Fungsi Pengamplasan Sebelum Proses Finishing Kayu - Bioindustries

Fungsi Pengamplasan Sebelum Proses Finishing Kayu

Fungsi pengamplasan sebelum proses finishing kayu adalah untuk menghaluskan media kayu dan membersihkan media kayu dari kotoran dan cacat kayu.

fungsi pengamplasan dalam proses finishing kayu sangat penting.

Proses pengamplasan merupakan step penting dalam proses finishing kayu. Proses pengamplasan terutama dilakukan untuk menyiapkan media kayu agar proses aplikasi finishing mudah dilakukan. Kayu yang tidak diamplas atau tidak matang dalam proses pengamplasan di tahap persiapan ini akan menyulitkan proses finishing. Bahkan sangat mungkin proses finishing bisa gagal karena kegagalan dalam proses pengamplasan di tahap persiapan media ini.

Selain untuk menyiapkan media kayu, proses pengamplasan biasanya juga dilakukan di dalam proses finishing. Yaitu setelah aplikasi wood filler atau wood putty, aplikasi antar lapisan film, seperti lapisan dasar, lapisan utama maupun setelah aplikasi warna.

Di setiap tahapan ini, jenis kertas amplas yang dibutuhkan berbeda-beda. Misalnya saja, di tahap persiapan tentu membutuhkan jenis kertas amplas yang kasar. Agar proses pengamplasan mudah dilakukan dan lebih cepat prosesnya. DI tahap aplikasi warna, tentu saja membutuhkan jenis amplas yang halus, agar warna tidak ikut terangkat.

Lantas, apa sebenarnya fungsi dari proses pengamplasan tersebut? Dan seperti apakah jenis-jenis kertas amplas yang biasa digunakan oleh para pekerja finishing? Berikut akan dibahas secara lebih mendetail tentang fungsi, jenis dan metode pengamplasan yang biasa dilakukan oleh para pekerja finishing menggunakan bahan finishing water based.

Fungsi Pengamplasan

Masih banyak yang mempertanyakan, seberapa penting proses pengamplasan dalam finishing kayu. Bahkan terkadang proses pengamplasan dilakukan ala kadarnya. Kondisi tersebut dipicu salah satunya karena kurang fahamnya aplikator tentang krusialnya proses pengamplasan.

Proses pengamplasan media atau substrat kayu sangat penting untuk dilakukan. Karena hasil amplasan yang baik akan memudahkan dalam proses finishing nantinya. Bahkan banyak pihak yang menyampaikan bahwa kegagalan proses pengamplasan bisa menjadi penyebab gagalnya finishing.

Jadi, apa sebenarnya arti penting dari proses pengamplasan? Dan apa sebenarnya fungsi dari proses pengamplasan tersebut? Secara umum pengamplasan berfungsi untuk menghaluskan permukaan dan membersihkan media kayu dari kotoran dan cacat kayu dengan cara digosokkan pada bidang kerja. Biasanya proses ini menggunakan kertas/kain amplas khusus kayu.

Amplas kayu sendiri merupakan jenis amplas yang biasa digunakan untuk meratakan atau menghaluskan benda kerja berbentuk kayu. Fungsi pengamplasan menjadi sangat penting karena hasil pengamplasan akan sangat mempengaruhi keberhasilan proses finishing yang akan dilakukan nantinya.

Baca juga :

Jenis-Jenis Amplas Berdasarkan Materialnya

Ada beberapa jenis amplas yang dikenal masyarakat, diantaranya amplas kain dan amplas kertas. Jika ditinjau dari material di bagian belakangnya, kita mengenal kertas amplas  yang terbuat dari aluminium oxide dan silicon carbide. Berikut beberapa jenis amplas yang ada di pasaran sesuai dengan material pembuatnya:

  1. Garnet, terbuat dari bahan natural. Sering digunakan pada kayu. Amplas ini mudah digunakan tetapi lebih cepat halus dibanding dengan jenis kertas amplas yang lainnya.
  2. Silicone carbide, amplas ini bagus digunakan pada material besi, titanium, kuningan, tembaga, karet, plastik, panel kayu, kaca, batu. Hasil amplasannya rapi karena bisa mengangkat semua permukaan kasar yang menempel di media kayu.
  3. Alumunium oxide, kertas amplas ini dipakai khusus di material kayu, stainless steels, aluminium, metal, kayu keras, kulit. Permukaannya lebih halus jika dibandingkan dengan silicon carbide, akan tetapi lebih awet digunakan.
  4. Ceramic, bahan amplas ini dikenal mahal karena bisa mengamplas dengan kuat, tahan lama. Cocok untuk mengamplas media baja tempa maupun baja berbasis nikel dan kobalt.
  5. Alumina zirconia, jenis amplas ini keras dan mampu bertahan lama saat digunakan. Jika Anda ingin mengamplas dengan alat, Anda bisa memilih menggunakan jenis kertas amplas ini.

Amplas yang partikel abrasif-nya terbuat dari silicon carbide akan terpecah menjadi butiran kecil saat pengamplasan dan akan memunculkan tepian yang baru dan tajam. Jenis partikel ini sangat cocok untuk pengamplasan cat yang relatif lunak. Sedangkan amplas yang partikel abrasif-nya terbuat dari aluminium oxide sangat cocok untuk pengamplasan cat yang relatif keras.

Grit Yang Umum Digunakan Pada Pengamplasan Kayu

Kasar dan halusnya amplas ditunjukkan oleh angka yang tercantum di balik permukaan kain/kertas amplas yang kasar. Semakin besar angka yang tertera, biasanya menunjukkan semakin halus dan rapat susunan pasirnya. Sebagai contoh, untuk nomor-nomor amplas kain yaitu nomor 0, nomor 1, nomor 2, nomor 3 dan seterusnya. Sedangkan nomor-nomor pada amplas kertas dan amplas gulungan adalah nomor 24, 30, 36, 40, 50, 60, 80,100,120,150,180, 220, 240, 280, 320, 360, 400, 500, 1000 dan seterusnya.

Untuk grinding (meratakan dan membentuk), biasanya menggunakan grit kasar (24-80). Sedangkan untuk blending (menyamarkan dan menghaluskan), biasanya menggunakan amplas grit menengah (100-180). Untuk finishing menggunakan fine grit (240 – 400), untuk melicinkan menggunakan super fine (400-600). Dan untuk super finishing menggunakan micro fine (800-1200).

Selain berbentuk kertas/kain, saat ini kita juga mengenal amplas spon. Amplas jenis ini sangat efektif untuk mengamplas permukaan kayu yang teksturnya cukup kasar. Sehingga setelah proses pengamplasan selesai, kita tidak kehilangan teksturnya tersebut. Teksturnya tetap terlihat kasar tetapi saat diraba halus. Sayangnya jenis amplas spon ini hanya bisa diaplikasikan dengan cara manual.

Metode Pengamplasan Media Kayu

cara pengamplasan yang benar perlu diperhatikan.

Proses pengamplasan sebaiknya dilakukan searah serat kayu. Kecuali jika ada kebutuhan khusus, misalnya pengamplasan setelah aplikasi wood filler atau wood putty. Pada saat melakukan proses pengamplasan, sebaiknya tekanan tangan pada media kayu diusahakan sama.

Apabila pengamplasan dilakukan secara manual, sebaiknya gunakan sebatang kayu yang dilapis dengan bahan lebih lunak (softboard) sebagai ‘klos’ amplas. Klos ini akan membantu membuat alur pengamplasan lebih rata dan datar. Cara ini juga akan menghindarkan tangan Anda dari kemungkinan luka karena goresan pada saat pengamplasan. Untuk bidang kerja yang luas, sebaiknya menggunakan mesin hand sander, agar hasilnya lebih maksimal.

Berikut tahapan secara umum pengamplasan sebuah media kayu. Setelah melalui proses mesin (ketam, serut dll), grit amplas pertama yang optimal bisa digunakan adalah no 80/100. Proses pengamplasan ini berfungsi untuk memotong serat besar, marking mesin dan ujung-ujung kasar lainnya.

Setelah itu dilanjutkan dengan grit 120, 220/240. Pada level ini garis-garis kasar serat sudah tidak terlihat lagi. Apabila Anda perlu melanjutkan dengan grit 320 boleh dilakukan. Proses pengamplasan ini dilakukan untuk mempersiapkan media kayu agar siap sebelum proses finishing dilakukan.

Jenis kertas amplas yang digunakan dan sampai di tahap angka berapa, hal ini juga tergantung dari jenis kayu yang digunakan. Ada beberapa jenis kayu keras yang memang memerlukan pengamplasan hingga grit 320 sebelum proses finishing dilakukan.

Baca juga : tahap finishing kayu menggunakan cat water based.

Untuk step lebih jelasnya, silahkan lihat video berikut :

Itulah fungsi pengamplasan dalam proses persiapan media sebelum finishing dilakukan. Jika proses pengamplasan dilakukan secara benar, maka akan sangat membantu menghasilkan substrat atau media kayu berkualitas.

Kualitas media permukaan kayu yang berkualitas akan sangat memudahkan proses finishing yang dilakukan. Tahap-tahap finishing seperti aplikasi sending kayu, aplikasi wood stain, maupun aplikasi topcoat menjadi lebih mudah.

Oleh karena itu, pastikan untuk melakukan proses pengamplasan secara benar. Sesuaikan dengan kebutuhan tingkat amplasannya di masing-masing tahapan finishing. Misalnya saja, cara mengamplas di tahap aplikasi pasca wood filler tentu berbeda dengan proses amplas di tahap pasca aplikasi wood stain. Semoga bermanfaat.

Baca juga : Tips mengecat alumunium menggunakan cat water based

Artikel ini mendapat rating 3 bintang dari total 441 orang responden
%d bloggers like this: