Kelemahan Formula Dempul Serbuk Kayu Untuk Mengatasi Cacat Kayu - Bioindustries

Kelemahan Formula Dempul Serbuk Kayu Untuk Mengatasi Cacat Kayu

Cacat kayu perlu diatasi agar tidak mengganggu proses finishing. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah dengan aplikasi dempul serbuk kayu agar cacat kayu tersamarkan.

dempul kayu menggunakan serbuk kayu dan lem putih

Serbuk kayu + lem putih untuk dempul kayu, efektifkah?

Penampilan dari kayu menjadi salah satu tolok ukur nilai kayu tersebut. Penampilan kayu yang tidak menguntungkan kayu secara penampilan dan mengurangi nilai estetika maupun fungsi kayu seringkali disebut dengan cacat kayu. Tentu saja setiap pengusaha mengharapkan mendapatkan kayu yang tidak banyak cacatnya. Namun sayangnya cacat kayu tersebut tidak bisa dihindari.

Cacat-cacat kayu bisa terjadi bukan hanya pada saat kayu setelah tebang saja. Saat kayu dalam proses penggergajian, proses pengeringan, proses penyimpanan bahkan saat finishing, cacat kayu masih bisa terjadi. Oleh karena itu, di setiap proses ini cacat kayu perlu diwaspadai. Jika sudah terlanjur ada, maka perlu dilakukan upaya khusus di tahapan-tahapan tersebut untuk mengurangi cacat kayu tersebut.

Jenis-jenis Cacat Kayu dan Efeknya Terhadap Hasil Finishing

Kayu terutama kayu dari daerah tropis seringkali mengalami kerusakan atau yang lebih dikenal dengan cacat kayu. Cacat kayu yang dibiarkan dan tidak direvisi sebelum proses finishing dilakukan tentu saja bisa mengakibatkan menurunnya kualitas hasil finishing. Oleh karena itu, sebelum proses finishing dilakukan, para pekerja furniture sering melakukan proses untuk merevisi atau memperbaiki cacat kayu.

Ada berbagai cara yang bisa dilakuakn untuk mencegah maupun memperbaiki cacat kayu timbul di permukaan kayu. Untuk mencegah cacat kayu yang diakibatkan oleh serangan serangga maupun jamur, biasanya dilakukan proses pengawetan sejak kayu ditebang. Proses pengawetan ini dilakukan untuk mencegah serangga perusak kayu seperti kumbang penggerek, kumbang bubuk, rayap dan berbagai jenis kumbang kayu lainnya. Tujuan lainnya, untuk mencegah serangan jamur yang bisa merusak penampilan kayu, misalnya jenis jamur bluestain.

Cara lain yang seringkali digunakan oleh para pekerja furniture dan handicraft berbahan kayu adalah dengan melakukan proses pendempulan menggunakan dempul kayu. Proses pendempulan yang berfungsi untuk menutup cacat kayu tersebut menjadi cara ampuh untuk menutupi cacat permukaan kayu, sehingga ketika di-finishing menjadi lebih mudah.

caat kayu bisa diatasi dengan dempul kayu

jenis-jenis cacat kayu

Berbagai jenis cacat kayu yang seringkali kita temui pada berbagai kayu tropis yang membutuhkan pendempulan antara lain:

  1. Retak atau pecah kayu. Kondisi ini bisa menyebabkan kayu berkurang kualitasnya, terutama akan mengurangi kualitas hasil finishing.
  2. Cacat mata kayu. Secara umum, mata kayu menurunkan kualitas kayu. Namun di beberapa jenis kayu, mata kayu ini justru dianggap mempercantik tampilan kayu.
  3. Hati kayu. Menjadi tantangan tersendiri untuk melakukan proses finishing di bagian hati kayu. Apalagi jika di bagian ini terjadi retak hati kayu.
  4. Lubang bekas serangga. Serangan serangga seringkali terjadi bahkan sejak kayu masih hidup. Serangga sering membuat sarang untuk meletakkan telur sekaligus untuk bersarang. Jika dibiarkan, lubang serangga bisa merusak penampilan permukaan kayu dan menyulitkan saat proses finishing dilakukan.
  5. Lubang bekas paku. Bekas paku pada permukaan kayu jika dibiarkan akan menyusahkan di proses finishing. Proses pendempulan perlu dilakukan untuk mengisi lubang dan menyamarkan bekas paku. Jika tidak,
  6. Cacat warna karena noda jamur. Seringkali kayu terserang jamur penyebab noda kayu yang menimbulkan noda warna kebiru-biruan dan atau kehitam-hitaman. Noda kayu ini tidka hilang jika tidak dilakukan treatment khusus.

 

Cara Mengatasi Cacat Kayu

Ada berbagai cara yang dikenal di dunia furniture untuk mengatasi cacat kayu. Untuk jenis cacat warna kayu yang diakibatkan oleh jamur blue stain ataupun black stain, lazimnya dilakukan proses bleaching menggunakan white agent. Perendaman menggunakan white agent bisa membantu men-similarkan kayu doreng maupun kayu yang terkena jamur blue stain atau black stain tersebut. Sehingga saat proses finishing dilakukan, prosesnya menjadi lebih mudah.

Lantas, bagaimana cara mengatasi cacat kayu seperti kayu berlubang karena serangga ataupun paku, retak kayu, maupun jenis kayu dengan pori-pori yang besar? Berikut beberapa cara yang secara umum digunakan oleh para pekerja finishing.

  1. Pemakaian serbuk kayu yang dicampur dengan lem putih. Teknik ini biasanya dilakukan untuk mengatasi jenis cacat kayu dengan lebar 5 hingga 10 mm. Atau biasa disebut dengan cacat kayu sedang. Misalnya saja cacat karena bekas lubang paku atau bekas rayap.
  1. Penggunaan serbuk kayu yang dicampur dengan lem jenis Cyanoacrylate. Yaitu jenis lem yang memiliki kecepatan kering super cepat dan daya rekat sangat kuat. Contohnya adalah lem G atau Alteco. Teknik dempul menggunakan formula ini seringkali menjadi senjata andalan para pekerja kayu yang dikejar tenggat waktu produksi. Salah satu keunggulannya adalah prosesnya cepat dan hasilnya tidak mudah ambles. Namun, tentu saja pekerjaan instan selalu di-iringi dengan resiko.
  2. Penggunaan pasak yang kemudian dihaluskan menggunakan wood filler. Teknik menggunakan pasak biasanya dilakukan pada jenis cacat kayu dengan lebar lebih dari 10 mm dan kedalaman yang sama. Biasanya ditimbulkan olehbekas dowel, lubang karena kumbang kayu, kayu pecah, atau lubang mata kayu yang besar.

Ketiga cara tersebut lazim digunakan oleh para pekerja furniture untuk mengatasi cacat kayu, tentu saja disesuaikan dengan jenis cacat kayu yang dihadapi. Meskipun ketiga jenis cara ini sudah lazim digunakan, bukan berarti ketiganya tanpa resiko saat diaplikasikan. Oleh karena itu cara-cara baru yang lebih mudah dan lebih praktis serta lebih minim resiko selalu dicari dan dikembangkan didunia kayu.

 

Ramuan Serbuk Kayu dan Lem Putih Sebagai Dempul Serbuk Kayu, Efektifkah?

Secara umum, orang menggunakan jenis ramuan serbuk kayu dan lem putih untuk mengatasi cacat kayu. Pertanyaannya adalah seberapa efektif cara ini dilakukan? Faktanya, di lapangan banyak terjadi keluhan menggunakan ramuan ini.

Berikut ini fakta-fakta di lapangan ketika menggunakan dempul serbuk kayu yang dicampur dengan lem putih sebagai dempul untuk mengatasi cacat kayu:

  1. Lama kering. Ternyata menggunakan serbuk kayu dicampur lem putih membutuhkan waktu yang lama untuk kering (lama kering).
  2. Fakta lain, penggunaan ramuan ini ternyata juga menimbulkan masalah. Karena saat diaplikasikan ternyata efektifitas daya tutup pori ataupun lubang juga kurang bagus (ambles).
  3. Amplasan alot. Selain lama kering dan ambles, ternyata setelah kering amplasannya alot. Tidak mudah untuk diamplas.
  4. Fakta lain yang sering dijumpai adalah hasil aplikasi menggulung (nglunthung).
  5. Hasil lapisan film yang tercipta setelah aplikasi kurang keras. Hal ini bisa mempengaruhi hasil finishing akhir.

Itulah beberapa fakta yang ditemukan di lapangan saat menggunakan serbuk kayu + lem putih sebagai dempul.

Perbedaan Hasil Aplikasi Formula Dempul Serbuk Kayu Untuk Mengatasi Cacat Kayu

Lantas, bagaimana jika dibandingkan dengan cara-cara lain untuk mendempul? Adakah cara yang efektif untuk mengatasi cacat kayu? Berikut perbandingan beberapa teknik mendempul dilihat dari empat parameter di atas.

Parameter

Serbuk Kayu

+ Lem Putih

Serbuk Kayu

+ Lem Cyanoacrylate

Serbuk Kayu

+ Biovarnish Wood Filler

Pengeringan

Lambat kering Lambat kering Lebih cepat kering

Efektivitas daya tutup

Tidak efektif (masih bisa ambles) efektif Efektif
Amplasan Alot Susah diamplas

Amplasan ringan

Hasil aplikasi Sering menggulung Glue line (menimbulkan bekas susah dihilangkan)

Tidak mudah menggulung (nglunthung)

Hasil lapisan film setelah aplikasi Kurang keras Keras tapi rawan patah

Keras

 

biovarnish wood filler + serbuk kayu sebagai dempul kayu

wood filler sebagai dempul

Jika dilihat dari perbandingan di atas, masing-masing formula memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami efek samping dari formula dempul yang kita pilih. Jangan sampai hanya karena memburu harga murah, pada akhirnya kita sendiri yang kerepotan. Pastikan untuk menggunakan formula dempul yang aman untuk jangka panjang, proses pengerjaannya mudah, dan memiliki efektivitas yang bagus.

Jika Anda sering mengalami gagal mengatasi cacat kayu dengan menggunakan ramuan serbuk kayu + lem, formula dempul kayu berikut perlu Anda coba. Mungkin Anda sudah berusaha maksimal tapi ternyata hasilnya masih ambles, lama kering bahkan hasilnya ada bekas lem yang susah untuk dihilangkan. Biovarnish wood filler ditambah dengan serbuk kayu bisa membantu mengatasi masalah-masalah tersebut. Anda tinggal mengisi lubang atau retak yang ada (lebar <10 mm) dengan menggunakan campuran kedua produk tersebut. Pastikan lubang terisi penuh. Untuk menutup bagian atas, gunakan wood filler saja. Tunggu hingga kering, kemudian amplas hingga habis. Pastikan yang tertinggal hanya yang ada di dalam pori-pori saja.

Bagaimana, mudah bukan aplikasinya? Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kontak ke no hotline yang tertera di bagian atas website ini ( 0822-4338-0001 ). Atau, silahkan kontak langsung ke cabang-cabang atau ke agen terdekat di wilayah Anda. Selamat berkreasi, jadikan hidup kita menjadi lebih baik dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan.

Artikel ini mendapat rating 3 bintang dari total 587 orang responden
%d bloggers like this: