Uji daya rekat lapisan cat, coating, varnish sesuai standard ASTM dan DIN (en) - Bioindustries

Uji daya rekat lapisan cat, coating, varnish sesuai standard ASTM dan DIN (en)

Uji daya rekat lapisan cat, lapisan coating atau lapisan varnish bisa dilakukan dengan menyesuaikan pada standars ASTM dan DIN.

uji daya rekat menggunakan standar ASTM dan DIN

Kita sering bingung bagaimana cara nenentukan jenis cat satu dengan yang lain, mana yang lebih kuat daya rekatnya. Bagaimana dengan lapisan coating dan varnish? Manakah yang paling kuat daya rekatnya? Namun jangan khawatir, karena para ahli tentu sudah menciptakan metode standart test untuk kekuatan daya rekat lapisan cat, coating atau varnish. Metode ini disebut cross cut test.

Apakah fungsi dari cross cut test ini? Metode cross cut test digunakan tentu saja untuk menguji daya rekat (adhesion) dari lapisan cat/coating/varnish yang terhasilkan dari proses finishing yang dilakukan pada media atau substrat. Hasil dari cross cut test ini bisa digunakan untuk menunjukkan seberapa kuat dan seberapa mampu bahan cat, coating ataupun varnish melindungi media yang dilapisinya.

Uji Daya Rekat lapisan Cat atau Coating (Cross Cut Test)

Hasil cross cut test bisa membantu dunia industri furniture ataupun wooden craft dalam menentukan pilihan bahan finishing yang akan digunakan. Jika bahan finishing yang digunakan sudah memenuhi standar yang ditetapkan secara internasional, tentu saja akan meningkatkan daya saing produk yang diproduksi.

cross cut test untuk menguji daya rekat lapisan filmBagaimana caranya? Metode cross cut test ini dilakukan dengan cara membuat goresan/irisan garis-garis sejajar dan menyilang membentuk kotak-kotak kubis di atas permukaan cat. Setelah itu, rekatkan pita perekat (solatip) di atas goresan tersebut dan ditarik ke atas. Selanjutnya lakukan analisa seberapa dampak kerusakan lapisan cat (yang mengelupas) pada bagian yang digores dan ditarik tersebut. Cukup sederhana bukan?

Tentu tidak sesederhana itu yang dilakukan para ahli. Mungkin Anda pun sudah bertanya berapa jarak garisnya? Seberapa dalam urusannya? Apakah untuk media substrate kayu keras dan lunak perlakuannya juga sama? Nah, pertanyaan itu tentu juga sudah dipertimbangkan oleh para ahli. Mereka tentu sudah menentukan parameter-parameter serta standar operasional prosedurnya.

Setidaknya ada dua lembaga metode standar tes resmi yang menggunakan metode cross cut test tersebut, yaitu Deutsches Institut für Normung (DIN) yang juga diakui secara luas oleh Uni Eropa serta American Society for Testing and Material (ASTM) yang digunakan dan diakui secara internasional. Tidak menutup kemungkinan ada lembaga-lembaga standar tes lain yang juga menggunakan cross cut ini tapi kita tidak membahasnya karena dua standar ini yang banyak digunakan secara luas.

hasil cross cut test lapisan film cat

Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Metode Cross Cut Test

Perlu dipahami, pada dasarnya metode cross cut test ini adalah untuk menguji seberapa rentan lapisan film cat, coating atau varnish mengelupas karena sebab mekanik. Untuk itu, sebelum kita membahas standar tes-nya ada baiknya kita pahami dulu faktor-faktor daya rekat lapisan film cat, coating atau varnish yang dipertimbangkan dalam metode cross cut test.

Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam proses uji daya rekat lapisan film cat, bahan coating maupun varnish dengan metode cross cut test :

  1. Ketebalan lapisan film cat coating atau varnish (thickness).

Semakin tebal lapisan cat tentu semakin kuat (tidak mudah mengelupas).

  1. Luas penampang lapisan film.

Semakin kecil luas penampang irisan, tentu semakin mudah mengelupas.

  1. Kekerasan substrat media.

Semakin keras media yang di cat tentu semakin rendah daya rekat lapisan film catnya.

ASTM menetapkan parameter cross cut dengan mempertimbangkan 2 faktor, yaitu ketebalan film dan luas penampang saja. Sedangkan DIN ISO 2409:2013(en) mempertimbangkan ke-3 faktor tersebut di atas.

Garis potongan Cross cut test standard ASTM D3359

ASTM cross cut test method D3359 menetapkan jumlah goresan (cut lines) dan jarak spasi antar garis berdasarkan ketebalan lapisan (film thickness) berikut:

  • 11 garis; spasi 1 mm untuk  film thickness 0-50 μm
  • 6 garis; spasi 2 mm untuk film thickness 50-125μm

Garis potongan Cross cut test standard DIN ISO-2409

Sedangkan DIN ISO-2409 menetapkan standard 6 garis dengan jarak spasi antar garis bervariasi berdasarkan ketebalan film dan jenis kekerasan substrate sebagai berikut:

  • spasi 1mm; film thickness 0-60μm; subsistem keras (metal)
  • spasi 2mm; film thickness 0-60μm; subsistem lunak (plastik)
  • spasi 2mm; film thickness 60-120μm; subsistem keras maupun lunak
  • spasi 3mm; film thickness 120-125μm; subsistem keras maupun lunak

Analisa cross cut test ASTM dan DIN

Setelah melakukan testing cross cut, saatnya menganalisa hasil dan menarik kesimpulan seberapa jauh daya rekat lapisan cat, coating atau varnish yang kita tes. Dalam hal ini baik standar ASTM maupun DIN menetapkan ukuran yang sama dalam 6 klasifikasi meskipun berbeda istilah dan penjelasannya. Detailnya bisa disimak dalam tabel berikut :

Ukuran/Standar Hasil Cross Cut Test versi DIN

standar DIN untuk uji daya rekat lapisan film coating

Ukuran/Standar Hasil Cross Cut Test versi ASTM

standar ASTM untuk uji daya rekat lapisan cat dan coating

standar uji daya rekat lapisan film cat, coating, varnish

 

Itulah standar atau ukuran yang digunakan baik oleh DIN maupun ASTM. Standar manapun yang digunakan, pada dasarnya uji daya rekat lapisan cat, coating, varnish tersebut digunakan untuk memastikan bahwa bahan finishing yang digunakan baik cat, coating ataupun pernis serta bahan finishing lainnya memiliki daya rekat yang kuat. Sehingga saat diaplikasikan mampu memberikan kemampuan proteksi dan estetika secara maksimal.

Artikel ini mendapat rating 3 bintang dari total 409 orang responden
%d bloggers like this: