Finishing Jati Belanda Bakar Tanpa Dibakar, Mungkinkah? - Bioindustries

Finishing Jati Belanda Bakar Tanpa Dibakar, Mungkinkah?

Finishing jati belanda bakar tanpa dibakar, mungkinkah dilakukan? Kalau mungkin, bagaimanakah caranya? Dan apa sebenarnya finishing kayu efek bakar tersebut? Simak ulasannya di artikel berikut.

proses finishing jati belanda bakar tanpa dibakar

Finishing jati belanda bakar tanpa dibakar

Salah satu jenis finishing yang sedang disukai di dunia DIY adalah finishing kayu dengan efek bakar (burning wood effect finish atau shou sugi ban). Teknik finishing yang muncul di abad ke-18 di Jepang ini awalnya digunakan untuk treatment kayu cedar agar lebih tahan cuaca saat digunakan di area outdoor maupun untuk area indoor.

Shou sugi ban mampu menghasilkan pola dan warna finishing yang cukup dramatis. Bagaimana tidak, dengan kesan kayu bekas terbakar akan menghasilkan warna charcoal di beberapa bagian yang justru membuat kayu tampak elegan. Teknik ini sangat menarik untuk finishing baik furniture baru atau jika Anda ingin re-finishing furniture lama yang sudah tak layak tayang.

Finishing efek kayu terbakar mampu menghadirkan kesan artistik dan kesan lawas pada kayu. Furniture dengan kesan lawas dan artistik ini dari waktu ke waktu tidak menurun minatnya. Bahkan semakin banyak yang menyukai konsep furniture dengan kesan lawas ini. Terbukti, semakin banyak rumah yang menghadirkan konsep lawas pada beberapa item furniture mereka.

Finishing dengan efek kayu terbakar ini sekaligus bisa menjadi solusi untuk furniture yang sudah tidak “stunning” lagi finishingnya dan perlu dilakukan re-finishing untuk memperbaiki tampilannya. Hasilnya, Anda bisa mendapatkan furniture lama dengan tampilan baru yang sangat pas untuk memperkuat konsep ruangan klasik atau kontemporer, baik untuk indoor maupun outdoor. Tentu saja jenis bahan kayu yang digunakan menjadi pertimbangan tersendiri dalam peletakannya.

Tips Finishing Kayu Efek Terbakar Secara Manual

Pada umumnya, proses finishing kayu efek terbakar dilakukan dengan cara membakar media kayu menggunakan torch (blower). Poin-nya, api digunakan untuk mengeluarkan dan menguatkan tekstur kayu. Langkahnya pun sebenarnya juga tidak terlalu rumit. Berikut langkah-langkah praktis finishing efek kayu terbakar dengan teknik manual pembakaran.

  1. Pilih Jenis Kayu yang Tepat

Teknik Shou sugi ban sangat cocok diaplikasikan pada beberapa jenis kayu seperti cedar, pinus, maple, oak dan jenis kayu ringan, berpori dan pola serat yang bagus. Cedar sangat bagus digunakan karena selain alasan di atas, juga memiliki sifat kimia alami yang mampu membantu menghasilkan hasil finishing yang excellent.

Setelah didapatkan kayunya, pastikan kayu sudah siap untuk di-finishing. Lakukan pengamplasan dengan kertas amplas no 120 untuk memastikan kayu benar-benar halus. Pastikan juga, media kayu sudah bersih dari debu dan minyak yang bisa mengganggu proses finishing.

  1. Bakar Media Kayu

finishing efek kayu terbakar shou sugi ban

Inilah step yang paling menyenangkan. Siapkan api, bakar media kayu menggunakan torch/blower secara merata seperti saat menyemprotkan cat menggunakan spray gun. Bakar sekitar 5-10 detik per bagian hingga kayu menjadi menghitam dan bagian serat terlihat lebih hitam dibanding bagian lainnya. Dari proses ini akan menghasilkan pola serat yang indah, karena serat lebih muncul dan lebih tegas alur seratnya. Oh iya, pastikan Anda membakar di tempat yang lapang dan terhindar dari bahan-bahan yang mudah meledak.

  1. Sikat menggunakan Sikat Kawat

Langkah selanjutnya adalah Anda perlu menyikat media kayu yang sudah Anda bakar menggunakan sikat kawat. Hilangkan semua debu arang yang terhasilkan. Kemudian bersihkan menggunakan kain atau sikat nilon agar hasilnya kelihatan. Yang perlu di-ingat, proses ini akan mengubah tekstur media kayu menjadi lebih berpori.

  1. Coating Menggunakan Topcoat Sesuai Kebutuhan

Setelah didapatkan hasil sesuai yang Anda harapkan, langkah terakhir adalah melapisi dengan bahan coating sesuai kebutuhan. Jika Anda ingin meletakkan furniture yang dihasilkan di luar yang rentan terkena panas dan hujan, sebaiknya Anda menggunakan jenis topcoat polyurethane water based. Namun jika hanya untuk indoor, topcoat acrylic water based sudah cukup.

Nah, cukup mudah bukan prosesnya? Bahan yang Anda perlukan pun juga tidak terlalu banyak. Anda hanya perlu menyiapkan media kayu atau furniture yang akan difinishing, alat untuk membakar (torch), sikat kawat, kain atau sikat nilon untuk membersihkan serta topcoat sesuai kebutuhan.

Bisakah Kayu Jati Belanda Difinishing Dengan Efek Kayu Terbakar

Kayu jati belanda atau biasa disebut dengan kayu janda dan kayu palet ini merupakan salah satu jenis kayu yang sedang menjadi primadona di dunia DIY Indonesia. Pasalnya kayu bekas palet ini mudah ditemukan di Indonesia, terutama di daerah-daerah dekat pelabuhan.  Pengiriman barang-barang impor yang banyak menggunakan kayu palet menjadi sumber utama keberadaan kayu ini.

hasil aplikasi efek kayu terbakar menggunakan biovarnish papua rose

Sejalan dengan perkembangan DIY dan woodworking di Indonesia, pemanfaatan kayu palet atau kayu janda semakin meningkat. Kayu jati belanda akhirnya banyak menjelma menjadi berbagai jenis furniture dan wooden craft menarik, diperkaya dengan kreatifitas tangan-tangan trampil para woodworker.

Lantas, mungkinkah kayu jati belanda tersebut difinishing dengan teknik shou sugi ban atau dilakukan finishing jati belanda bakar tanpa dibakar seperti yang dibincangkan di atas? Jika melihat karakteristik dari kayu jati belanda, maka kayu ini sangat cocok untuk difinishing dengan teknik tersebut.  Karena kayu palet termasuk jenis kayu ringan, berpori dan memiliki serat yang sangat bagus mirip serat kayu jati kampung. Jadi, jika Anda ingin melakukan finishing shou sugi ban, kayu janda merupakan pilihan yang tepat.

Finishing Jati Belanda Bakar Tanpa Dibakar

Hasil finishing kayu dengan efek kayu terbakar  ternyata bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan berbagai jenis kayu. Teknik shou sugi ban dengan cara dibakar menggunakan torch hanyalah salah satu cara yang dikenal oleh masyarakat. Ada cara lain yang bisa digunakan untuk menghasilkannya.

Nah, kali ini kita akan mengulas cara mendapatkan hasil finishing seperti saat kita melakukan teknik shou sugi ban. Bahan atau media kayu yang digunakan menggunakan kayu jati belanda. Peralatan yang dibutuhkan adalah hand sander, kertas amplas no 120, no 320, dan no 400, kain katun (kain politur), kuas spon. Sedangkan bahan yang perlu disiapkan adalah Biovarnish Wood Stain warna Papua Rose dan Biovarnish Clear Coat Gloss atau Matte. Lantas, seperti apakah finishing jati belanda bakar tanpa dibakar tersebut?

efek kayu terbakarBerikut langkah-langkah aplikasinya:

  1. Siapkan media kayu, jika masih kasar silahkan amplas menggunakan hand sander dan kertas amplas no 120. Setelah itu lakukan proses rustic ringan menggunakan sikat kawat. Selanjutnya, pastikan kayu bersih dari noda minyak, kotoran dan debu, termasuk debu sisa pengamplasan.
  2. Siapkan Biovarnish wood stain warna papua rose, aduk dan kemudian ambil di wadah terpisah, campurkan dengan air dengan rasio 1:1. Aduk rata hingga homogen. Aplikasikan dengan cara dikuaskan ke media kayu dengan mengguankan kuas spon. Biarkan sebentar kemudian lap menggunakan kain katun bersih. Lap melawan arah serat. Tunggu sampai kering.
  3. Aplikasikan Biovarnish clear coat gloss atau matte, silahkan pilih sesuai selera atau sesuaikan dengan tema atau desain ruangan. Tunggu kering, kemudian amplas ambang menggunakan kertas amplas no 400 dan lakukan coating ulang untuk hasil sempurna.

Bagaimana, cukup mudah bukan? Anda juga bisa berkreasi dengan warna lain jika hasil wood burning yang ingin ditiru ternyata menggunakan kayu dengan warna berbeda, misalnya agak kemerahan atau kehijauan. Anda tinggal menyesuaikan dengan varian warna Biovarnish wood stain. Karena Biovarnish wood stain tersedia dalam 20 pilihan warna yang menawan.

pelatihan finishing jati belanda bakar tanpa dibakar bersama HKI

Selain menggunakan warna-warna wood stain, Anda juga bisa berkreasi menggunakan warna solid dengan memakai varian warna dari produk Orchid Enamel paint. Anda bisa mendapatkan warna-warna menarik dengan memadu padankan warna-warna yang ada.

Itulah cara mudah finishing jati belanda bakar tanpa dibakar. Anda penasaran ingin mencoba? Yuk, berkreasi dengan menggunakan produk-produk dari Bioindustries. Good Chemicals Good Life.

Artikel ini mendapat rating 5 bintang dari total 444 orang responden
%d bloggers like this: