Bioindustries

Kesalahan Pengrajin Menggunakan Anti Rayap untuk Kusen Kayu dan Solusinya

Banyak kusen kayu yang cepat rusak meski sudah menggunakan anti rayap untuk kusen kayu. Hal ini dapat terjadi jika pengrajin salah mengaplikasikannya, mulai dari produk berkualitas rendah atau dosis yang tidak tepat. 

Kusen kayu adalah elemen penting yang menghadirkan keamanan dan keindahan bagi bangunan. Mencegah kerusakan sejak awal selalu lebih mudah daripada memperbaiki setelah masalah muncul. 

Namun, beberapa langkah yang dianggap rutin oleh pengrajin ternyata justru menjadi sumber masalah. Salah satunya adalah mengaplikasikan anti rayap sebelum finishing dengan cara yang salah. 

Memahami kesalahan umum dalam proses perlindungan kayu dapat membantu pengrajin menjaga kualitas dan ketahanan kusen secara maksimal. Melalui artikel ini, Anda dapat mengenali kesalahan apa yang sering dilakukan. 

6 Kesalahan pengrajin dalam penggunaan anti rayap untuk kusen kayu 

Banyak pengrajin tidak sadar bahwa selama ini pemakaian anti rayap salah. Untuk memperbaikinya, Anda dapat cek kesalahan dan solusinya berikut ini: 

1. Memilih jenis anti rayap yang tidak sesuai 

Banyak pengrajin menganggap semua produk anti rayap sama, sehingga memilih sembarang jenis tanpa memperhatikan karakteristik kayu kusen. 

Misalnya, menggunakan anti rayap berbasis minyak pada kayu keras atau kayu olahan tertentu dapat menyebabkan noda, bercak, atau bahkan reaksi kimia yang merusak permukaan. 

Beberapa produk hanya efektif untuk kayu lunak atau furnitur, sementara kusen kayu memerlukan penetrasi lebih dalam dan daya tahan jangka panjang. Kesalahan ini akan menimbulkan dampak: 

  • Efektivitas anti rayap menurun drastis.
  • Kayu tetap rentan terhadap serangan rayap dan hama lainnya.
  • Finishing kayu bisa rusak karena reaksi kimia yang tidak kompatibel.

Dari kesalahan ini, Anda dapat belajar dan melakukan beberapa solusi tepatnya berikut: 

  • Pilih produk anti rayap sesuai jenis kayu kusen (solid, lapis, atau olahan).
  • Baca label produk dan periksa petunjuk penggunaan.
  • Konsultasikan dengan supplier bahan kimia kayu jika ragu.
  • Lakukan uji coba pada potongan kecil kayu sebelum aplikasi penuh untuk memastikan kompatibilitas.

2. Mengaplikasikan anti rayap secara tidak merata

Beberapa pengrajin hanya mengoleskan anti rayap di permukaan terlihat, sementara sisi tersembunyi, pori-pori, dan sambungan kayu dibiarkan tanpa perlindungan. 

Hal ini sering terjadi karena keterbatasan waktu atau anggapan bahwa permukaan saja sudah cukup. Padahal menganggap remeh aplikasi ini bisa menimbulkan efek: 

  • Rayap dapat masuk melalui celah atau bagian yang tidak terlindungi.
  • Perlindungan tidak maksimal, sehingga kusen tetap rentan kerusakan.

Menghindari dampak tersebut, sebaiknya Anda mulai memerhatikan aplikasinya dengan detail melalui beberapa hal berikut: 

  • Gunakan teknik yang metode pengawetan menyeluruh, misalnya celup, semprot, atau kuas panjang.
  • Periksa semua sisi, termasuk bagian bawah dan dalam sambungan.
  • Pastikan cairan anti rayap meresap ke pori-pori kayu, bukan hanya menempel di permukaan.

3. Mengabaikan persiapan permukaan kayu 

Tidak sedikit pengrajin yang langsung mengaplikasikan anti rayap pada kayu baru atau bekas tanpa membersihkan debu, kotoran, atau kayu yang lembab. 

Kayu yang tidak dikeringkan atau tidak diamplas dengan baik membuat anti rayap sulit menempel dan meresap. Hal ini akan berdampak pada: 

  • Anti rayap tidak menempel atau cepat luntur.
  • Efektivitas perlindungan berkurang, kayu tetap rentan diserang rayap.
  • Finishing kayu bisa terganggu karena residu atau kelembaban tersisa.

Beberapa solusi yang bisa Anda atasi dari kesalahan ini adalah: 

  • Pastikan kayu kering dan bersih sebelum aplikasi.
  • Amplas ringan untuk membuka pori-pori kayu agar cairan anti rayap meresap lebih dalam.
  • Jika kayu baru, biarkan beberapa hari di tempat kering agar kadar air menurun.

Baca Juga: Anti Rayap Kayu Outdoor yang Ampuh Lawan Rayap dan Kumbang Bubuk

4. Menggunakan dosis anti rayap yang salah 

Kesalahan ini sering terjadi karena pengrajin menganggap bahwa lebih banyak anti rayap pasti lebih efektif, atau sebaliknya, karena ingin menghemat biaya, dosis yang digunakan terlalu sedikit. 

Overdosis bisa menyebabkan permukaan kayu menjadi lengket, residu menumpuk, bahkan menimbulkan bau menyengat yang sulit hilang. Beberapa pengrajin juga melapisi kayu berulang kali dalam waktu singkat dengan harapan kayu akan lebih terlindungi. 

Padahal hal tersebut bisa mengganggu proses finishing berikutnya, membuat cat atau vernis tidak menempel sempurna. Di sisi lain, underdosis justru lebih berisiko karena anti rayap tidak menembus serat kayu secara menyeluruh.

Rayap tetap bisa masuk melalui pori-pori atau celah kecil, sehingga perlindungan yang diharapkan tidak tercapai. Kesalahan dosis ini sering diperparah oleh kurangnya pemahaman tentang konsentrasi bahan aktif dalam produk atau pengabaian terhadap petunjuk produsen.

Menghindari kesalahan sepele ini, Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti: 

  • Gunakan dosis sesuai petunjuk produsen.
  • Gunakan alat ukur seperti gelas ukur atau timbangan untuk memastikan akurasi.
  • Lakukan uji kecil terlebih dahulu untuk memastikan dosis efektif tanpa merusak permukaan.

5. Mengabaikan waktu aplikasi yang tepat 

Waktu aplikasi adalah faktor kritis yang sering diabaikan. Banyak pengrajin langsung mengaplikasikan anti rayap begitu kayu selesai dipotong atau dirakit, tanpa memeriksa kelembaban atau kondisi cuaca. 

Kayu yang masih basah atau lembab akibat hujan atau penyimpanan di lingkungan lembab membuat cairan anti rayap sulit meresap ke dalam serat. Hal ini mengurangi daya efektif bahan aktif, sehingga rayap masih bisa menyerang dari dalam.

Selain itu, beberapa pengrajin mengaplikasikan anti rayap saat cuaca panas terik. Meski kayu kering, panas berlebihan bisa membuat anti rayap cepat menguap sebelum meresap, meninggalkan lapisan tipis yang tidak cukup melindungi kusen. 

Solusi terbaiknya agar Anda tidak melakukan kesalahan berulang adalah: 

  • Terapkan anti rayap pada kayu yang benar-benar kering.
  • Pilih hari dengan cuaca mendukung, hindari hujan atau kelembaban tinggi.
  • Periksa kadar air kayu menggunakan moisture meter jika perlu.

6. Menggabungkan anti rayap dengan bahan kimia lain 

Beberapa pengrajin mencoba menghemat waktu atau bahan dengan mencampur anti rayap langsung dengan cat, pernis, atau pelapis kayu lainnya tanpa memahami reaksi kimia yang mungkin terjadi. 

Hal ini sering dilakukan karena anggapan “semua cairan kayu bisa dicampur” atau hanya ingin melakukan proses finishing sekaligus. Padahal, kombinasi yang salah dapat menyebabkan reaksi kimia yang merusak kayu, seperti perubahan warna menjadi lebih gelap atau muncul noda tidak merata.

Cara mengatasi kesalahan ini cukup mudah dengan mengambil langkah berikut: 

  • Gunakan produk yang sudah kompatibel untuk kombinasi finishing dan anti rayap.
  • Selalu baca label dan petunjuk produsen.
  • Lakukan uji kecil sebelum menerapkan pada keseluruhan kusen.

Mengaplikasikan anti rayap untuk kusen kayu sama berhati-hatinya dengan finishing. Anda dapat menggunakan pengawet kayu anti rayap seperti BioCide Insecticide yang mengandung bahan aktif Cypermethrine 100 Ec.

Kandungannya efektif membasmi berbagai jenis serangga kayu seperti rayap, kutu kayu, dan serangga penggerek. Efektivitasnya cepat dan tahan lama serta ramah terhadap semua jenis kayu.

Hal paling menguntungkan adalah cara aplikasinya yang mudah, cukup dicampurkan dengan air sesuai petunjuk pada kemasan. Bisa dikuas, disemprot, bahkan direndam sesuai dengan kebutuhan. 

Anda yang ingin segera mengawetkan kusen kayu, bisa segera mendapatkan BioCide Insecticide dengan klik banner di bawah ini. 

tanya cs bio
Hotline dan Konsultasi