Membuat Formula Dempul Kayu Yang Tidak Ambles - Bioindustries

Membuat Formula Dempul Kayu Yang Tidak Ambles

Aplikasi dempul membutuhkan formula dempul kayu yang tidak ambles dan mudah amplas. Karena keberhasilan proses dempul salah satunya ditentukan oleh formula dempul yang digunakan dan proses amplas setelah aplikasi dempul.

dempul kayu yang tidak ambles sangat penting sebelum finishing dilakukan

dempul serbuk kayu dan wood filler

Bicara tentang dempul kayu, tentu saja kita akan bicara tentang cacat kayu. Karena proses aplikasi dempul kayu salah satunya adalah untuk mengatasi cacat kayu. Nah, sebelum membincangkan lebih jauh mengenai cara untuk membuat formula dempul kayu yang efektif menutup cacat kayu, kita akan review terlebih dahulu jenis-jenis cacat kayu yang bisa diselesaikan dengan dempul kayu.

Cacat fisik pada permukaan kayu merupakan hal yang tidak bisa kita hindari, karena prosesnya berjalan alamiah. Cacat pada kayu menjadi bagian dari kayu itu sendiri, yang terbentuk secara alami selama pertumbuhan kayu berlangsung. Akan sangat sulit mencegah terjadinya cacat kayu, mengingat kayu adalah bahan alami. Yang bisa dilakukan hanya mengurangi potensi terjadinya jika itu karena faktor luar seperti serangan serangga. Itupun dengan catatan bisa dilakukan setelah kayu ditebang.

Sangat penting untuk mengetahui jenis-jenis cacat kayu, detail bagian kayu yang cacat, kapan terjadinya dan mengapa cacat tersebut terjadi. Sehingga bisa dilakukan tindakan dan pencegahan untuk meminimalisir tingkat cacat kayu terjadi. Misalnya, proses terjadinya cacat kayu terkadang terjadi di proses pengeringan. Jika pengeringan menggunakan tanur, cacat kayu bisa diminimalisir dengan melakukan modifikasi kondisi pengeringan. Apabila pengeringan dilakukan secara alami, cacat kayu bisa diminimalisir dengan melakukan proses penumpukan dengan benar.

 

Jenis-jenis cacat kayu Yang Bisa Diselesaikan Dengan Dempul Kayu

Di dunia kayu, dikenal berbagai jenis cacat kayu. Namun, tidak semuanya bisa diselesaikan dengan cara didempul. Misalnya saja, cacat kayu yang diakibatkan oleh jamur blue stain tentu saja tidak bisa diselesaikan dengan cara didempul. Harus ada proses treatment khusus untuk mengatasinya.

Berikut ini adalah beberapa jenis cacat kayu yang bisa diselesaikan dengan cara didempul. Tentu saja kita harus jeli memlih formula dempul yang akan digunakan. Jika tidak hati-hati, sangat mungkin kita mengalami gagal finishing karena gagal di proses pendempulan.

  1. Retak atau pecah kayu. Biasanya terjadi karena proses penyusutan kayu yang terlampau cepat. Secara umum terjadi pada bagian ujung-ujung papan maupun log, bagian permukaan, retak dalam, serta retak di lingkaran pertumbuhan kayu. Proses pendempulan bisa membantu mempermudah proses finishing dilakukan.
  2. Cacat mata kayu. Mata kayu mati yang terbentuk dari pertumbuhan cabang seringkali menyisakan pe-er saat kayu akan difinishing. Selain memberikan cacat warna pada permukaan kayu, mata kayu mati seringkali juga menyebabkan retakan tak beraturan yang jika tidak diatasi bisa mempengaruhi kekuatan kayu.
  3. Pecah hati kayu. Cacat kayu yang satu ini ditandai dengan terjadinya pecah pada empulur atau hati kayu. di Menjadi tantangan tersendiri untuk melakukan proses finishing di bagian hati kayu. Apalagi jika di bagian ini terjadi retak hati kayu.
  4. Cacat karena lubang bekas serangga. Kayu dengan lubang serangga sebisa mungkin dibuang, karena rentan untuk menyerang bagian kayu lainnya. Namun ada kalanya kita tidak bisa menghindari bagian tersebut. Jika tidak diatasi dengan dempul, tentu akan menyulitkan proses finishing.
  5. Cacat karena lubang bekas paku. Biasanya cacat kayu jenis ini kita temukan pada saat kita menggunakan kayu bekas sebagai bahan baku ataupun pada saat melakukan re-finishing atau recoating furniture dan building.

Itulah berbagai jenis cacat kayu yang sering kita temukan pada kayu. Apalagi untuk kayu dari daerah tropis seperti Indonesia. Lantas, bagaimanakah solusi untuk cacat-cacat kayu tersebut? Seperti telah diuraikan di atas, 5 jenis cacat kayu tersebut bisa diatasi dengan cara didempul.

 

5 Masalah Yang Sering Dihadapi Saat Menggunakan Formula Dempul Serbuk Kayu + lem Putih

Secara umum, para tukang kayu menggunakan formula dempul serbuk kayu yang dicampur lem putih untuk mengatasi 5 jenis cacat kayu di atas. Teknik ini biasanya dilakukan untuk mengatasi jenis cacat kayu sedang, yaitu dengan lebar 5 hingga 10 mm. Misalnya saja cacat karena bekas lubang paku atau bekas rayap.

Namun ternyata dengan mencampurkan serbuk kayu + lem putih sebagai dempul menyisakan banyak persoalan. Berikut beberapa temuan di lapangan yang sering dialami oleh para pekerja  finishing:

Parameter Serbuk Kayu + Lem Putih
Lama Pengeringan Lambat kering
Efektivitas daya tutup pori Kurang efektif, masih bisa ambles
Proses Amplasan Proses amplasan alot
Hasil aplikasi Sering menggulung (nglunthung)
Hasil lapisan film setelah aplikasi Kurang keras

 

Tips Membuat Dempul Kayu Yang Tidak Ambles Dengan Wood Filler + Serbuk Kayu

dempul kayu menggunakan serbuk kayu + biovarnish wood filler

Biovarnish Wood Filler + Serbuk Kayu

Jika formula dempul kayu dengan menggunakan campuran serbuk kayu dengan lem putih menyisakan banyak persoalan, bukan berarti tidak ada cara lain untuk mengatasinya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti lem putih dengan wood filler.

Dalam hal ini kami merekomendasikan untuk menggunakan produk Biovarnish wood filler dari Bioindustries yang dicampur dengan serbuk kayu. Berikut cara aplikasinya :

  • Siapkan permukaan kayu, amplas halus menggunakan kertas amplas no 120. Pastikan bersih dari debu, minyak dan kotoran lainnya.
  • Siapkan serbuk kayu dan juga Biovarnish wood filler sesuai dengan warna pilihan (ready warna jati, mahoni, ramin, sungkai).
  • Campurkan Biovarnish wood filler dengan serbuk kayu halus. Disarankan serbuk kayu sudah disaring agar hasil rata dan lubang tertutup dengan baik.
  • Isilah lubang dengan campuran Biovarnish wood filler dan serbuk kayu tersebut menggunakan pisau scrape hingga benar-benar terisi dengan baik.
  • Tunggu kering sekitar 20 menit tanpa dijemur. Setelah kering, Anda bisa mengamplas habis dengan kertas amplas nomor 240. Pastikan serbuk dan wood filler mengisi pori-pori.
  • Jika sudah halus maka Anda bisa mengaplikasikan Biovarnish wood filler tanpa dicampur serbuk kayu ke seluruh permukaan untuk memastikan semua lubang, retak dan pori besar tertutup. Tunggu 20 menit kering kembali lalu amplas kembali dan permukaan kayu siap untuk di cat. Pastikan proses pengamplasan matang dan rata, yang tersisa hanya yang di dalam pori-pori.

 

Mengapa Perlu Menggunakan Biovarnish Wood Filler + Serbuk Kayu Sebagai Dempul

Biovarnish wood filler yang dicampur dengan serbuk kayu direkomendasikan sebagai dempul karena mampu memberikan hasil maksimal untuk mengatasi cacat kayu. Formula dempul kayu yang tidak ambles ini bisa dihasilkan dengan menggunakan produk Biovarnish wood filler yang dicampur dengan serbuk. Berikut hasil uji penggunaan formula dempul kayu menggunakan campuran Biovarnish wood filler + serbuk kayu untuk mengatasi cacat kayu:

Parameter Serbuk Kayu + Biovarnish Wood Filler
Waktu Pengeringan Lebih cepat kering dibanding menggunakan campuran serbuk kayu + lem
Efektivitas daya tutup Efektif menutup pori, lubang dan retak kayu
Amplasan Amplasan ringan, tidak lengket saat diamplas. Sehingga tidak boros amplas.
Hasil aplikasi Tidak mudah menggulung (nglunthung)
Hasil lapisan film setelah aplikasi Keras

 

Keunggulan dari produk Biovarnish wood filler seperti solid content-nya yang cukup tinggi (mencapai hingga 70-80%), diamplas mudah sehingga tidak boros amplas, cepat kering dan daya tutupnya yang efektif menjadikan paduan Biovarnish wood filler dan serbuk kayu sangat efektif untuk menutup cacat kayu dengan lebar antara 5-10 mm.

Untuk jenis retak kayu dengan lebar di atas 10 mm sebaiknya ditutup degan pasak, baru kemudian diaplikasikan Biovarnish wood filler untuk menutup pori yang masih terbuka. Sedangkan untuk cacat kayu dengan lebar di bawah 5 mm, Anda cukup mengaplikasikan wood filler tanpa campuran serbuk kayu.

 

Waspadai, Pengamplasan Dempul Tidak Rata Bisa Menyulitkan Proses Finishing

efek amplasan tidak rata

Contoh amplasan tidak rata

Salah satu masalah yang perlu diwaspadai dari proses aplikasi dempul kayu adalah proses pengamplasan yang tidak bersih dan tidak rata. Jika hal ini terjadi, maka akan berdampak pada hasil finishing nantinya.

Menurut teknisi senior Bioindustries, Bapak Agus Prajata, sangat beresiko jika proses pengamplasan tidak rata atau tidak matang. Lebih baik mengalokasikan waktu yang cukup untuk mengamplas tapi hasilnya maksimal, daripada terburu-buru namun malah menyulitkan di proses finishing. Pada akhirnya hasil finishing juga tidak maksimal.

Berikut fakta-fakta yang terjadi di lapangan saat proses amplas yang dilakukan tidak rata, atau sering pula disebut dengan amplasan tidak matang :

  1. Efek dari dempul yang tidak teramplas rata akan terlihat kotor di hasil finishing (blentong-blentong).
  2. Daya rekat lapisan film yang tercipta kurang kuat (kurang nempel). Bahkan bisa mengakibatkan hasil finishingnya bisa lepas (nglothok).
  3. Hasil pewarnaan di proses finishing tidak maksimal.

Itulah efek yang sering terjadi apabila proses pengamplasan tidak dilakukan secara maksimal. Pastikan untuk memilih dempul kayu yang tidak ambles dan melakukan pengamplasan dengan benar dan matang. Jangan sampai formula dempul serbuk kayu yang Anda pilih sudah benar, namun tercederai hasilnya karena proses pengamplasan yang tidak maksimal.

Artikel ini mendapat rating 2 bintang dari total 539 orang responden
%d bloggers like this: