Bioindustries

8 Kesalahan Umum saat Menggunakan Pengkilap Kayu yang Harus Dihindari

Dalam industri furnitur dan interior, pengkilap kayu bukan sekedar produk finishing pelengkap, tapi elemen krusial menentukan nilai visual, ketahanan, hingga persepsi. Namun, banyak hasil yang gagal bukan karena kualitas material tapi teknik. 

Bukan hanya pemula, para profesional atau pengrajin bisa saja melakukan kesalahan umum yang membuat finishing gagal. Akibatnya, kayu tampak kusam bahkan warna tidak tampak belang. 

Lebih parahnya lagi, hasil finishing tidak dapat bertahan lama dan melindungi secara maksimal. Karena itulah, Anda yang ingin menggunakan bahan pengkilap atau clear coat harus tahu apa saja kesalahan sederhana yang sering terlewatkan ini. 

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari apa saja kesalahan yang mungkin terjadi tanpa sadar. 

8 Kesalahan pada proses aplikasi pengkilap kayu

siapa saja yang melakukan finishing tentunya tidak ingin hasil finishingnya tampak buruk dan akhirnya membuat tampilan menjadi buruk. Karena dari tampilan buruk inilah, nilai produk kayu akan menurun. 

Supaya lebih berhati-hati, berikut ini kesalahan yang wajib Anda hindari setiap kali akan mengecat: 

1. Tidak mengenali jenis pengkilap yang digunakan

Salah satu kesalahan paling fundamental adalah menggunakan pengkilap tanpa memahami karakter produknya. Padahal, setiap jenis pengkilap memiliki fungsi, metode aplikasi, dan hasil akhir yang berbeda. 

Kesalahan ini sering terjadi karena fokus finishing hanya pada tingkat kilap, bukan pada sistem finishing secara keseluruhan. Sebaiknya, Anda mengingat kembali jenis-jenis pengkilap berikut yang umum digunakan: 

  • Pengkilap berbasis minyak: Oil based finishing menonjolkan serat kayu, penetrasinya dalam, tetapi memerlukan waktu kering yang lama. 
  • Pengkilap berbasis air: Water based finishing lebih cepat kering, ramah lingkungan, dan mampu memberikan warna lebih natural. 
  • Pengkilap berbasis solvent: Hasil kilapnya tinggi, menawarkan daya tahan kuat, tapi perlu ventilasi baik saat proses pengeringan. 

Jika Anda tidak memahami karakter masing-masing jenis pengkilap ini, maka ada beberapa dampak yang muncul: 

  • Warna kayu berubah tidak sesuai ekspektasi. 
  • Permukaan kayu tidak merata. 
  • Lapisan mudah mengelupas dalam jangka pendek. 

Baca Juga: Mengenal Istilah Tingkat Glossy Berdasarkan Sheen Level

2. Mengaplikasikan pengkilap pada permukaan yang kotor 

Permukaan kayu yang terlihat bersih belum tentu siap dilapisi oleh bahan pengkilap. Debu halus, sisa minyak, atau residu sering kali tidak terlihat, tetapi sangat memengaruhi hasil akhir. 

Beberapa masalah yang sering muncul karena kesalahan ini antara lain: 

  • Bercak putih atau noda yang buram. 
  • Permukaan tidak menyerap secara merata.
  • Muncul gelembung kecil setelah kering. 

Efek ini akan sering muncul karena persiapan yang tampak remeh berikut sering diabaikan:

  • Membersihkan debu dengan mesin vakum atau kain microfiber. 
  • Menghilangkan minyak atau sisa bahan kimia dengan solvent ringan. 
  • Memastikan kayu benar-benar kering sebelum aplikasi. 

Dalam standar profesional, persiapan permukaan kayu menyumbang hingga 70% kualitas hasil akhir. 

3. Kesalahan dalam Proses Pengamplasan Awal 

Fungsi pengamplasan bukanlah sekedar meratakan permukaan, tetapi menentukan bagaimana pengkilap akan meresap dan menampilkan karakter serta. Kesalahan pengamplasan yang sering terjadi antara lain: 

  • Menggunakan amplas terlalu kasar sehingga meninggalkan goresan dalam. 
  • Menggunakan amplas terlalu halus sehingga pori kayu justru tertutup debu. 
  • Tidak mengamplas sesuai arah serat kayu. 

Dari kesalahan umum inilah, maka beberapa efek negatif seperti berikut akan terjadi: 

  • Pengkilap tidak menempel sempurna. 
  • Menunjukkan garis amplas setelah kering. 
  • Kehilangan efek kedalaman visual. 

Praktik terbaik dalam pengamplasan adalah mulai dari grit menengah, misalnya 180-220. Sedangkan untuk antar lapisan coating adalah grit lebih halus yaitu 320-400. 

4. Menggunakan terlalu banyak bahan pengkilap sekaligus 

Banyak yang beranggapan bahwa lapisan tebal akan menghasilkan kilap lebih maksimal. Padahal, penggunaan pengkilap secara berlebihan justru menjadi sumber utama kegagalan finishing. 

Masalah yang sering muncul kemudian adalah: 

  • Permukaan kayu akan terasa lengket meski sudah dikeringkan berjam-jam. 
  • Lapisan mengerut atau retak. 
  • Kilap tampak tidak alam. 

Dalam mengatasi kesalahan ini, ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan: 

  • Aplikasikan pengkilap tipis dan merata. 
  • Biarkan menyerap dengan sempurna. 
  • Ulangi aplikasi secara bertahap. 

Pendekatan ‘thin layers, multiple coats’ adalah prinsip dasar yang selalu diterapkan dalam finishing kelas profesional. 

5. Tidak memberi waktu kering yang cukup lama antar lapisan

Tekanan waktu produksi sering membuat proses pengeringan diabaikan. Padahal, setiap lapisan pengkilap kayu membutuhkan waktu untuk mengering dan mengeras secara optimal.

Risiko dari lapisan yang belum kering:

  • Lapisan saling mengunci dan tidak stabil
  • Kilap terlihat kusam setelah beberapa hari
  • Permukaan mudah tergores

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Waktu kering berbeda untuk setiap jenis pengkilap kayu
  • Faktor suhu dan kelembapan sangat memengaruhi proses curing
  • Kering sentuh ≠ kering sempurna

Pengrajin profesional tidak pernah menilai kesiapan lapisan hanya dari sentuhan tangan.

6. Mengabaikan kondisi lingkungan saat aplikasi 

Lingkungan kerja memainkan peran besar dalam keberhasilan penggunaan pengkilap. Suhu dan kelembapan yang tidak ideal dapat menggagalkan hasil, bahkan dengan produk terbaik sekalipun.

Kesalahan lingkungan yang umum:

  • Aplikasi di ruangan terlalu lembap.
  • Ventilasi buruk.
  • Suhu terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Dampak langsung dari kesalahan ini adalah proses pengeringan menjadi tidak rata. Hasil akhir finishing akan tampak seperti berkabut dan kilap menjadi tidak stabil. 

Dalam mengatasinya, ada standar ideal yang bisa Anda perhatikan seperti: 

  • Suhu ruangan stabil. 
  • Kelembaban ruangan terkontrol. 
  • Sirkulasi udara baik tanpa angin langsung. 

Ruang kerja profesional selalu mengatur lingkungan sebelum memulai finishing.

7. Menggunakan alat aplikasi yang tidak tepat. 

Hasil akhir pengkilap kayu sangat dipengaruhi oleh alat aplikasi. Kesalahan memilih alat sering kali menghasilkan permukaan bergaris atau tidak konsisten.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Menggunakan kuas kasar untuk pengkilap berbasis air
  • Kain yang meninggalkan serat
  • Spray tanpa pengaturan tekanan yang tepat

Pemilihan alat yang disarankan:

  • Kain katun bebas serat untuk aplikasi manual
  • Kuas halus berkualitas tinggi
  • Spray gun dengan nozzle sesuai viskositas produk

Alat yang tepat tidak hanya mempermudah kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas visual secara signifikan.

8. Mengabaikan uji coba sebelum aplikasi massal 

Dalam praktik profesional, salah satu kesalahan paling merugikan adalah langsung mengaplikasikan pengkilap pada seluruh permukaan tanpa melakukan uji coba terlebih dahulu. 

Padahal, setiap kayu memiliki karakter unik, bahkan pada jenis yang sama, sehingga hasil akhir pengkilap kayu bisa sangat bervariasi. Tanpa test application, risiko yang sering muncul antara lain:

  • Warna akhir berbeda dari ekspektasi klien.
  • Tingkat kilap terlalu tinggi atau justru terlalu kusam.
  • Reaksi tak terduga antara pengkilap kayu dengan lapisan sebelumnya

Uji coba seharusnya dilakukan pada:

  • Potongan kayu sisa dengan jenis yang sama.
  • Bagian tersembunyi dari produk.
  • Area kecil untuk mengevaluasi warna, kilap, dan daya serap.

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan saat uji coba:

  • Perubahan warna setelah kering sempurna, bukan saat masih basah.
  • Respons kayu terhadap jumlah lapisan.
  • Kesesuaian hasil dengan standar kualitas proyek.

Pengrajin profesional tidak pernah menganggap uji coba sebagai pemborosan waktu, melainkan investasi untuk mencegah kegagalan finishing berskala besar.

Ingin mendapatkan hasil finishing dengan pengkilap kayu terbaik yang ramah lingkungan? Anda bisa mendapatkan produk terbaik di Bioindustries! 

Klik banner di bawah ini untuk konsultasi pilihan produk cat water based yang bisa Anda gunakan.

tanya cs bio
Hotline dan Konsultasi