Pengawetan kayu sebelum proses finishing untuk furniture ekspor adalah langkah penting yang sering jadi penentu kualitas akhir produk.
Rayap adalah musuh utama bagi industri mebel, terutama saat menyangkut kualitas dan daya tahan produk ekspor.
Pengawetan kayu bukan sekedar langkah produksi, tapi jaminan bahwa produk kayu memenuhi persyaratan ketat dari negara tujuan.
Pengiriman furnitur ekspor rentan terhadap goresan. Risiko ini terjadi selama proses pemuatan, pengangkutan, hingga pembongkaran di negara tujuan.
Dalam industri furnitur, efisiensi waktu dan biaya adalah kunci keberhasilan produksi.
Proses finishing selalu menjadi tahapan krusial yang menentukan kualitas akhir dan nilai jual produk pada skala industri.
Permasalahan jamur pada kayu bukan sekedar mengganggu estetik, tapi juga bisa merusak strukturnya hingga membuat produk tidak layak ekspor.
Menerapkan strategi penggunaan wood stain ramah lingkungan untuk produksi massal kini menjadi fokus utama dalam industri finishing kayu yang berkelanjutan.
Cat water based dikenal luas dalam industri furnitur karena keunggulannya yang cepat kering dan ramah lingkungan. Namun, kecepatan kering ini bisa tercapai jika caranya benar.
Kayu tropis seperti meranti, jati, ulin, dan mahoni adalah komoditas unggulan Indonesia.










