furniture kayu

Merawat Furniture Kayu dengan Langkah Tepat

Merawat furniture kayu seringkali disalahpami sebagai proses mengelap furniture dari debu saja. Padahal proses perawatan furniture kayu mencakup beberapa hal yang kadang dianggap sepele. Mengingat kerusakan furniture berbahan kayu biasanya terjadi dalam jangka waktu yang panjang, hal ini memang bisa dimaklumi.

Merawat furniture kayu seringkali disalahpami sebagai proses mengelap furniture dari debu saja. Padahal proses perawatan furniture kayu mencakup beberapa hal yang kadang dianggap sepele.

Merawat furniture kayu bukan sekedar mengelapnya dari debu.

Mengapa Harus Merawat Furniture Kayu?

Tidak ada alasan lain melakukan perawatan furniture berbahan kayu kecuali agar furniture tersebut masih bisa terus kita manfaatkan. Kerusakan atas furniture ini bisa dicegah dengan perawatan yang tepat, yang tentunya bukan sekedar terdiri atas proses membersihkan furniture dari debu saja.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Merawat Furniture Kayu?

Langkah yang harus dilakukan untuk merawat furniture kayu sangat tergantung dari beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut ialah: bagaimana furniture tersebut digunakan, tipe finishing yang telah diaplikasikan, serta seperti apa hasil perawatan yang kita inginkan. Meskipun begitu, pada dasarnya terdapat tiga hal inti yang wajib diterapkan dalam proses perawatan kayu tanpa menghiraukan faktor-faktor di atas. Dalam melakukan perawatan furniture berbahan kayu, kita harus:

  1. Melindunginya dari berbagai penyebab yang bisa merusak kayu seperti menempatkannya di ruangan yang lembab.
  2. Menjaganya tetap bersih. Lakukan pembersihan secara rutin dengan jangka waktu yang sesuai dengan kondisi sehari-hari furniture tersebut.
  3. Pastikan penampilannya tetap menarik.

Dalam menerapkan tiga hal di atas, kita bisa mengikuti langkah-langkah merawat furniture kayu sebagai berikut:

  1. Tempatkan furniture pada lokasi yang tidak lembab atau yang sering mengalami fluktuasi suhu. Furniture kayu merupakan produk yang sangat rentan retak bila ditempatkan pada lingkungan yang tidak sesuai. Adanya fluktuasi suhu dan kelembaban bisa menyebabkan kerusakan struktur dalam kayu sehingga mengakibatkan terjadinya kasus furniture retak. Furniture kayu sebaiknya diletakkan di tempat yang dingin dan kering, serta jauh dari sumber panas.
  2. Jaga agar furniture tetap kering. Bila furniture tertumpah air, segera keringkan hingga sempurna. Produk-produk kayu sangat rentan terhadap paparan air, apalagi yang belum difinishing. Molekul air yang masuk ke dalam substrat kayu dapat menyebabkan pembusukan dan munculnya berbagai organisme seperti jamur.
  3. Hindari paparan sinar matahari secara langsung. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan reaksi oksidasi yang bisa merusak lapisan finishing pada kayu. Penampilan furniture berbahan kayu pun akan berubah seiring dengan tingginya paparan sinar mentari yang diterima.
  4. Hindarkan dari hal-hal yang bisa menyebabkan goresan dan berbagai kerusakan fisik lainnya. Bila kita hendak menempatkan benda-benda di atas furniture kayu, sebaiknya gunakan pelapis agar kedua permukaan yang keras tidak bersenggolan yang bisa menyebabkan goresan.
  5. Lakukan pembersihan secara teratur. Frekuensi pembersihan yang dilakukan sangat tergantung dari fungsi furniture tersebut. Meja makan dari kayu tentu harus lebih sering dibersihkan dibanding almari kayu.
  6. Gunakan produk perawatan yang berkualitas untuk merawat furniture kayu. Untuk memilih produk perawatan atau semir kayu yang tepat, kita harus mengetahui terlebih dahulu tipe finishing yang diaplikasikan. Jangan sampai kita memilih polishing kayu yang malah merusak lapisan finishingnya. Furniture yang difinish dan tidak difinish pun harus diperlakukan dengan berbeda. Namun, sebaiknya dihindari produk pemoles kayu yang berkualitas buruk seperti pemoles silikon yang malah memudahkan debu menempel.
Artikel ini mendapat rating 3 bintang dari total 291 orang responden
%d bloggers like this: