Finishing Kayu Efek Terbakar Tanpa Dibakar "Red Tiger Finish" - Bioindustries

Finishing Kayu Efek Terbakar Tanpa Dibakar “Red Tiger Finish”

Proses finishing kayu efek terbakar tanpa dibakar “red tiger wood” pada kayu jati belanda bisa dilakukan dengan menggunakan produk Biovarnish wood stain Papua Rose sebagai warna dasar dan Biovarnish wood stain Red GL sebagai warna kombinasinya.

finishing kayu jati belanda efek bakar

Finishing efek kayu terbakar atau sering pula disebut dengan Shou Sugi Ban menjadi trend yang terus diminati oleh para woodworker dan penghobi kayu. Teknik yang dulu sering digunakan oleh para pekerja kayu di Jepang untuk mengawetkan kayu cedar ini terangkat lagi dengan semakin maraknya penggunaan kayu jati belanda dan pinus di kalangan woodworker dan penghobi kayu.

Teknik finishing efek kayu terbakar ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada jenis kayu 4 musim yang memiliki perbedaan kerapatan serat garis tahun yang cukup tajam dengan pola potongan papan tangensial. Beberapa contoh jenis kayu yang bisa digunakan diantaranya jenis kayu jati belanda, pinus, spruce dll.

Teknik Shou Sugi Ban banyak disukai karena selain hasilnya yang elegan juga karena prosesnya yang menantang. Penggunaan api dengan media torch untuk mengeluarkan dan menguatkan serat kayu tentu saja memacu adrenalin eksekutornya. Namun yang perlu diwaspadai, jika tidak hati-hati api bisa membakar cepat dan menghanguskan kayu. Apalagi jenis kayu yang digunakan biasanya adalah jenis kayu yang masih menyimpan minyak, seperti pinus dan jati belanda. Minyak yang tersimpan di kayu bisa membuat api membesar tiba-tiba.

Oleh karena itu, proses pembakaran ini sangat disarankan dilakukan di tempat terbuka yang jauh dari barang-barang mudah terbakar. Selain itu, teknik shou sugi ban juga perlu dilakukan secara teliti dan telaten. Jika tidak, hasil yang didapatkan kurang rata (blentong-blentong).

Bisakah Membuat Efek Kayu Terbakar Tanpa Api?

Dunia finishing adalah dunia yang dinamis. Pengembangan dari teknik-teknik finishing sebelumnya selalu terjadi. Bisa dikatakan tidak ada rumus baku dari sebuah teknik finishing. Karena pada dasarnya proses finishing merupakan sebuah seni. Hanya saja ketika masuk ke ranah produksi tentu saja kita membutuhkan cara yang seragam untuk memastikan hasil finishingnya juga seragam.

Jika proses atau teknik yang digunakan adalah teknik bakar, tentu saja ada banyak sekali faktor yang perlu diperhatikan untuk bisa menghasilkan hasil yang seragam atau paling tidak mendekati. Untuk itu, kami mengenalkan jenis finishing yang mampu menghasilkan hasil finishing mirip seperti efek kayu terbakar.

Proses dari teknik finishing efek kayu terbakar tanpa api ini bisa dilakukan bahkan untuk jumlah produk yang banyak. Cukup menggunakan produk Biovarnish series dari Bioindustries, Anda bisa menghasilkan efek kayu terbakar tanpa perlu bakar-bakaran. Cara aplikasinya pun sangat mudah, hanya dengan memanfaatkan kuas, kertas amplas dan kain lap saja sudah bisa dilakukan.

Shou Sugi Ban vs Biovarnish Papua Rose

Baik Shou Sugi Ban maupun Biovarnish Papua Rose tentu saja masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Perbedaan mendasar dari kedua teknik tersebut tentu saja terletak dari cara aplikasi dan alat-alat yang digunakan.

Berikut detail perbedaan shou sugi ban dengan finishing efek kayu terbakar menggunakan produk Biovarnish.

No Teknik Shou Sugi Ban

Teknik Efek Kayu Terbakar

Menggunakan Biovarnish Series

1 Cara aplikasi harus ekstra hati-hati dan teliti. Jika tidak, akan sulit untuk menghasilkan warna akhir yang rata. Cara aplikasi mudah dan cepat. Cukup menggunakan kuas sudah bisa menghasilkan efek bakar. Jika salah juga mudah untuk direvisi.
2 Perlu dilakukan di tempat yang terbuka dan jauh dari barang-barang mudah terbakar. Bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.
3 Biaya mahal jika digunakan untuk produksi jumlah banyak. Biaya produksi murah, cukup campurkan Biovarnish dengan air.
4 Setelah proses aplikasi, efeknya kayu jadi capping (melengkung). Efek jangka panjangnya kayu menjadi mudah crack. Tidak membuat kayu jadi melengkung (capping).

 

Tutorial Finishing Kayu Efek Terbakar Tanpa Dibakar : Red Tiger

Finishing kayu efek terbakar tanpa dibakar dengan menggunakan produk Biovarnish sebenarnya bisa dikembangkan lebih jauh dengan variasi warna. Untuk efek warna ini, Anda bisa menggunakan warna-warna cerah dari varian Biovarnish wood stain setelah aplikasi Biovarnish Papua Rose. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan varian warna dari produk Orchid Enamel Paint.

Nah, berikut ini akan kami ulas cara aplikasi finishing efek kayu terbakar tanpa dibakar dengan variasi warna menggunakan Biovarnish Wood Stain Red GL.

MEDIA

Media yang digunakan adalah kayu jati belanda. Pastikan kayu sudah terpotong rapi dalam bentuk panel atau bisa juga dalam bentuk produk jadi. Siapkan media kayu, pastikan bersih dari kotoran, debu maupun minyak yang menempel.

BAHAN

  1. Warna dasar : Biovarnish Papua Rose
  2. Varian warna sekunder : Biovarnish wood stain Red GL
  3. Biovarnish clear matte
  4. Air bersih sebagai pelarut

ALAT

  1. Kuas spon
  2. Amplas nomor 120 dan 400
  3. Hand sander

PROSES

A. Persiapan media

  1. Pastikan kayu dalam kondisi kering MC <12.
  2. Tutup cacat kayu pecah atau lubang mata kayu dengan dempul campuran Biovarnish wood filler + serbuk kayu.
  3. Haluskan permukaan dengan amplas nomor 120, bisa secara manual atau menggunakan mesin belt sander

B. Proses Pewarnaan

  1. Efek warna dasar “janda bakar”
  • Encerkan Biovarnish Papua Rose dengan air bersih komposisi 2:1.
  • Aplikasikan dengan kuas spon rata seluruh permukaan media. Diamkan sebentar kemudian lap menggunakan kain katun bersih. Lap melawan serat. Lalu biarkan kering kurang lebih 1 jam.
  • Setelah benar-benar kering, amplas ambang dengan kertas amplas 400 untuk menampilkan gradasi warna garis tahun.
  1. Efek kombinasi warna
  • Gunakan Biovarnish wood stain Red GL
  • Encerkan dengan air bersih 2:1, aduk rata hingga homogen.
  • Aplikasikan dengan kuas spon rata ke seluruh permukaan media dan tunggu sampai kering +/-1 jam.
  • Sekali lagi amplas ambang menggunakan nomor 400 sampai terlihat gradasi warna kayu natural, lapisan warna dasar (papua rose) dan lapisan warna kombinasinya.
  1. Lapisan Clear Coat

Lapisan clear coat ini penting untuk memberikan lapisan pelindung sekaligus untuk meningkatkan ketajaman warna yg kita ciptakan. Kita bisa memilih Biovarnish clear gloss atau matte sesuai selera kita masing-masing. Namun untuk tipe finishing seperti ini, lebih disarankan pake clear matte agar tampil lebih natural. Caranya, encerkan Biovarnish clear matte dengan air bersih 2:1 lalu kuaskan ke seluruh permukaan media. Biarkan dan tunggu sampai kering.

Untuk melihat detail aplikasinya, berikut video aplikasi finishing kayu efek terbakar pada media kayu jati belanda :

Itulah cara mudah aplikasi finishing kayu efek terbakar tanpa dibakar pada kayu jati belanda dengan menggunakan Biovarnish Wood Stain Papua Rose dan variasi warna Biovarnish Wood Stain Red GL dari Bioindustries. Selain tak perlu khawatir dengan bahaya api yang rawan terjadi, Anda juga bebas berkreasi dengan varian warna dari Biovarnish wood stain lainnya maupun Orchid Enamel Paint. Selamat berkreasi.

 

 

Artikel ini mendapat rating 2 bintang dari total 330 orang responden
%d bloggers like this: