4 Langkah Praktis Mencegah Serangan Jamur Pada Kayu - Bioindustries

4 Langkah Praktis Mencegah Serangan Jamur Pada Kayu

Musim penghujan memicu munculnya jamur pada produk kayu. Harus dicari langkah praktis mencegah serangan jamur pada kayu dengan finishing natural look.

mencegah serangan jamur pada kayu menggunakan biocidePada musim hujan dan cuaca ekstrim seperti ini, serangan jamur menjadi hal yang lazim terjadi pada produk kayu. Khususnya untuk produk kayu dengan finishing natural look seperti talenan, sendok, garpu , sumpit, mangkok kayu bahkan furniture natural finished.

Mengapa produk kayu seringkali terserang jamur dan bagaimanakah cara untuk menghilangkan jamur pada produk kayu? Pada prinsipnya jamur akan tumbuh secara mudah pada media kayu yang berada di area atau lingkungan yang lembab, atau media kayunya sendiri yang memang memiliki kelembaban yang tinggi.

Tingginya kelembaban kayu disebabkan karena sifat higroscopic (kecenderungan untuk menyerap lembab) pada permukaan kayu. Kecenderungan untuk menyerap lembab ini menyebabkan spora jamur mudah tumbuh. Apalagi jika didukung dengan lingkungan yang lembab dan kotor. Debu dan kotoran yang menempel pada kayu bisa menjadi media efektif spora jamur untuk tumbuh subur. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui jenis-jenis jamur yang menyerang kayu dan bagaimana cara mencegah serangan jamur pada kayu tersebut.

Mengenal Jenis Jamur Yang Menyerang Produk Kayu 

Ada banyak jenis jamur yang seringkali menyerang produk kayu, salah satunya adalah jamur permukaan. Jenis jamur yang satu ini biasanya tumbuh di permukaan kayu. Di jenis lainnya ada yang mampu tumbuh di atas cat yang sudah diaplikasikan pada media kayu, misalnya furniture. Bahkan ada yang mampu tumbuh di atas permukaan kaca.

Tentu saja hal ini bisa menurunkan nilai estetika dari produk kayu. Apalagi jika terjadi pada produk kayu natural, karena akan sangat terlihat. Selain itu, keberadaan jamur akan mengganggu kesehatan manusia di lingkungan tersebut, terutama gangguan pernafasan bagi yang memiliki riwayat alergi debu atau spora jamur.

Di tahun 2004, Institutete of Medicine (IOM) telah menemukan bukti empirik yang menghubungkan paparan jamur dalam ruangan dengan gejala penurunan kesehatan pada saluran pernapasan, batuk dan mengi pada orang yang sehat termasuk pada anak-anak. Jamur juga terindikasi menyebabkan gejala asma pada penderita asma, dan memicu pneumonitis hipersensitf pada individu yang cukup rentan kekebalan tubuhnya.

Lantas, kondisi seperti apakah yang memicu munculnya jamur permukaan? Jenis jamur permukaan ini bisa tumbuh karena kondisi kayu dan lingkungannya memang sesuai untuk tumbuh jamur. Berikut beberapa pemicu utama tumbuhnya jamur permukaan:

  • Tingginya tingkat kelembaban udara di ruangan di mana produk kayu disimpan.
  • Sirkulasi udara dalam ruangan sangat rendah, sehingga menyebabkan kelembaban udara bertahan di ruangan dalam waktu tertentu.
  • Terdapat kotoran dan debu yang menempel pada media kayu. Debu dan kotoran bersifat menyerap kadar air yang ada di udara, sehingga permukaan benda menjadi lembab dan menjadi media yang sangat subur untuk tumbuh kembang jamur.

Itulah 3 faktor pemicu utama yang bisa menyebabkan jamur permukaan tumbuh di permukaan media kayu. Sangat mungkin terdapat faktor-faktor pemicu lain yang spesifik, tergantung dari kondisi yang ada. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui pemicu munculnya jamur sehingga proses penanganannya tidak sepotong-sepotong.

4 Langkah Praktis Untuk Mencegah Serangan Jamur Pada Kayu 

Setelah mengenal jenis jamur yang menyerang permukaan media kayu dan mengetahui faktor-faktor pemicu tumbuhnya, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mencegah jamur permukaan tumbuh. Nah, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan untuk mencegah serangan jamur pada produk-produk kayu natural finish, seperti pada produk peralatan dapur berbahan kayu ataupun furniture yang mengekspose serat dan warna kayu.

A. Proses finishing yang benar

Proses finishing yang dilakukan dengan benar akan meminimalisir tumbuhnya jamur pada permukaan media kayu. Di musim penghujan, salah satu pemicu yang cukup signifikan adalah kelembaban yang tinggi. Jika ditambah dengan proses finishing yang tidak kering-kering karena kurangnya cahaya matahari, kayu akan semakin lembab.

Salah satu solusi di bidang finishing yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan bahan finishing water based. Karena bahan finishing water based tidak memerlukan cahaya matahari untuk proses pengeringan. Jadi Anda bisa mengerjakan kapanpun dan dalam kondisi seperti apapun, bahkan saat hujan deras mengguyur.

Berikut cara aplikasi atau proses finishing produk kayu natural look dengan menggunakan bahan finishing water based. Untuk mempermudah memahami, kami akan mencontohkan dengan menggunakan produk-produk finishing water based dari Bioindustries. Berikut langkah-langkah detailnya :

  1. Pastikan kayu dalam kondisi sudah benar-benar kering (MC <12%) dan bersih dari debu dan minyak. Termasuk dari debu bekas amplas.
  2. Siapkan produk BioColours Sanding Sealer.

finishing water based untuk mencegah serangan jamur pada kayuProduk sanding sealer ini berfungsi untuk memotong bulu micro kayu. Bulu kayu inilah yang bersifat hidrophilic yang meyerap kelembaban. Fungsi lainnya, untuk menutup pori-pori kayu sehingga terhasilkan hasil finishing yang halus mulus tanpa menutup warna dan substrat kayu. Caranya, oleskan BioColours Sanding Sealer yang sudah diencerkan dengan perbandingan 2:1. Tunggu sampai kering +/-1 jam. Amplas sampai benar-benar halus dan bersih.  Usahakan sanding sealer diamplas sampai tidak membentuk lapisan agar tetap terlihat natural.

Note : untuk produk furniture atau produk yang tidak bersentuhan langsung dengan makanan, Anda bisa menambahkan produk BioCide Film Preservative agar lebih efektif dalam mencegah jamur permukaan. Campurkan Sanding Sealer dengan produk anti jamur permukaan BioCide Film Preservative sebanyak 2-3%. Kemudian aplikasikan Sanding Sealer  sesuai alat yang dimiliki.

  1. Poles dengan Biopolish

Oleskan rata Biopolish Beeswax wood polish ke seluruh permukaan kayu. Tunggu sampai 1 jam dan poles sampai benar-benar bersih dan tidak lengket lagi. Jika masih lengket, debu akan mudah menempel dan jamur akan tumbuh pada debu yang menempel tersebut.

B. Penyimpanan

Pastikan ruang penyimpanan barang jadi bersih dan kering, tidak lembab. Usahakan kelembaban ruang simpan < 60%. Sebaiknya pasang exhouse di ruang simpan supaya tetap kering. Ruang simpan harus terpisah agak jauh dari proses pengerjaan kayu atau pengampelasan. Debu amplas adalah media tumbuh ideal bagi jamur benang (tampak seperti benang-benang kapas putih). Sebaiknya barang jadi disimpan di rak. Tumpukan sebaiknya diberi stik untuk membuat jarak ruang sirkulasi udara. Jarak antar tumpukan minimal 2 inchi.

C. Pengepakan

Jika kayu sudah benar-benar kering, sebaiknya gunakan desain packing tertutup. Jika tidak memungkinkan, misalnya MC kayu masih relatif tinggi >12 sebaiknya desain packing terbuka atau diberi lubang udara untuk sirkulasi udara. Jika MC kayu terlalu tinggi tetapi di-packing dengan desain packing tertutup bisa memicu jamur tumbuh subur.

Kondisi ini seringkali terjadi karena proses produksi yang terlalu mepet dengan proses pengiriman. Proses produksi belum selesai, tetapi container sudah menunggu. Yang terjadi, barang belum kering benar sudah dipacking. Tidak heran jika jamur akan tumbuh subur di dalam container. Begitu sampai, buyer pasti akan mengirim klaim dan tidak mau menerima barang tersebut. Jika sudah begini, pada akhirnya kita sendiri yang rugi.

Selain memastikan MC kayu normal, untuk mencegah jamur selama proses penyimpanan dan pengiriman, sebaiknya tempatkan produk silica gel pada box packing untuk membantu proses peyerapan kelembaban pada box. Sedangkan untuk membantu proses penyerapan kelembaban pada container selama proses pengiriman barang, gunakan produk container desiccant absorber. Produk ini akan membantu mencegah terjadinya banjir container karena tingkat kelembaban yang terlalu tinggi, sekaligus menjaga kelembaban udara tetap di tingkat yang normal. Sehingga tidak memicu tumbuhnya jamur.

D. Perawatan

biopolish besswax untuk perawatan kayuGunakan Biopolish beeswax  wood polish secara berkala 1 minggu sekali untuk menjaga kebersihan,  keindahan serta melindungi produk kayu dari serangan jamur, bakteri dan proses pelapukan/ oksidasi akibat perubahan cuaca. Biopolish Beeswax wood polish merupakan pemoles kayu berbahan dasar beeswax dan natural oil.

Produk poles kayu alami ini sangat aman digunakan bahkan untuk jenis produk yang bersentuhan langsung dengan makanan, seperti talenan, mangkuk, sendok, garpu, sumpit, dan berbagai kitchenware berbahan kayu lainnya. Produk ini juga sangat cocok untuk perawatan kids furniture maupun baby furniture yang membutuhkan tingkat keamanan produk yang cukup tinggi.

Itulah 4 langkah praktis mencegah serangan jamur pada produk kayu dengan natural look seperti furniture dan produk kayu lainnya yang yang justru mengekspose serat dan keindahan warna kayu. Dengan langkah-langkah mudah di atas, harapannya produk kayu dengan natural look bisa terhindar dari serangan jamur permukaan yang biasanya merajalela di musim penghujan.

Untuk mendapatkan produk finishing water based dan bahan anti jamur untuk mencegah serangan jamur pada kayu, seperti BioColours Sanding Sealer, produk Biopolish, produk BioCide Film Preservative, Silica Gel dan Container Desiccant Absorber, silahkan menghubungi nomer hotline yang tertera di website atau menghubungi Bio Service Point terdekat di kota Anda. Saat ini kami juga sedang membuka peluang untuk menjadi mitra Bioindustries di berbagai wilayah di Indonesia. Bagi Anda yang tertarik untuk menjadi mitra Bioindustries di kota Anda, silahkan hubungi no 0822-4338-0001. Semoga bermanfaat.

 

Artikel ini mendapat rating 4 bintang dari total 482 orang responden
%d bloggers like this: