Cara mengawetkan kayu sengon bisa dilakukan dengan berbagai metode alami yang aman bagi lingkungan dan kesehatan. Teknik seperti pengerjaan, penggunaan minyak nabati, dan pelapisan wax efektif memperpanjang usia kayu tanpa bahan kimia berbahaya.
Kayu sengon menjadi salah satu pilihan utama pengrajin karena teksturnya yang ringan, mudah diolah, dan harganya relatif terjangkau. Namun, daya tahan kayu ini terhadap hama, jamur, dan perubahan cuaca sering jadi masalah untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Sebagai solusi, pengawet berbahan kimia berbahaya seperti arsenik, timbal, bahkan merkuri digunakan. Padahal, cara ini memiliki risiko tinggi bagi kesehatan dan lingkungan.
Karena itu, menemukan metode pengawetan yang aman dan efektif, adalah tugas penting Anda sebagai pengrajin. Kenali cara mengawetkan yang tepat dan aman melalui metode -metode yang akan dibahas dalam artikel ini.
Faktor yang memengaruhi daya tahan kayu sengon
Sebelum membahas cara mengawetkan kayu, penting bagi Anda memahami faktor yang akan memengaruhi daya tahannya. Informasi ini akan membantu Anda memilih metode yang tepat bagi kayu sengon.
1. Kadar air dalam kayu
Kayu yang memiliki kandungan air tinggi lebih mudah terserang jamur dan hama. Kayu dengan kelembapan rendah cenderung lebih awet dan strukturnya stabil dalam jangka panjang.
2. Paparan sinar matahari dan kelembapan
Kayu sengon yang sering terkena paparan sinar matahari tanpa perlindungan atau pengawetan yang tepat akan membuatnya retak dan lapuk. Lingkungan lembap meningkatkan risiko pertumbuhan jamur dan rayap.
3. Serangan hama dan jamur
Hama seperti rayap dan jamur dapat merusak struktur secara signifikan. Pencegahan dini penting untuk menjaga kualitas kayu sengon.
4. Metode pengolahan dan pengawetan
Cara memotong, mengeringkan, dan mengawetkan kayu menentukan ketahanan jangka panjangnya. Teknik pengolahan yang tepat bisa meminimalisir risiko kerusakan kayu.
7 Cara mengawetkan kayu sengon bebas bahan kimia berbahaya
Mengawetkan kayu sengon tidak selalu harus menggunakan bahan kimia sintetis. Berikut beberapa metode yang aman dan ramah lingkungan bisa Anda terapkan untuk memperpanjang usia kayu:
1. Pengeringan kayu alami
Cara alami adalah metode paling tradisional sekaligus ramah lingkungan untuk menurunkan kadar air kayu. Proses ini dilakukan dengan menjemur kayu di tempat teduh yang memiliki sirkulasi udara baik.
Meskipun memerlukan waktu lebih lama, teknik ini membuat kayu mengalami penurunan kadar air secara perlahan sehingga seratnya tidak mudah retak. Keunggulan metode ini terletak pada kestabilan hasilnya, karena tidak menggunakan panas ekstrem, warna dan tekstur asli kayu sengon tetap terjaga.
Selain itu, pengeringan alami sangat hemat biaya dan cocok digunakan untuk skala industri kecil hingga menengah. Berikut tahapan prosesnya:
- Pilih kayu sengon yang baru dipotong.
- Susun kayu di tempat teduh dengan ventilasi udara optimal.
- Balik kayu secara berkala untuk mencegah retak.
2. Pengeringan oven atau kiln
Pengeringan kiln memanfaatkan oven khusus untuk mempercepat penguapan air dari kayu. Dengan pengaturan suhu dan kelembapan yang tepat, kadar air kayu dapat diturunkan secara merata dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan pengeringan alami.
Metode ini menghasilkan kayu sengon yang lebih stabil dan tidak mudah melengkung. Keunggulannya adalah efisiensi, di mana Anda dapat menghasilkan kayu kering hanya dalam sebagian kecil waktu dibanding pengeringan tradisional.
Selain itu, suhu dalam kiln membantu mematikan spora jamur dan serangga yang mungkin berada di dalam kayu. Untuk langkah pengeringannya adalah:
- Masukkan kayu ke dalam oven atau kiln.
- Atur suhu antara 60–80°C.
- Keluarkan kayu ketika kadar air mencapai 12–15%.
3. Penggunaan minyak nabati
Minyak kelapa atau minyak tung dapat digunakan sebagai pelindung alami bagi kayu sengon. Minyak ini meresap ke dalam pori kayu dan membentuk lapisan yang mencegah kelembapan berlebih serta serangan hama.
Selain itu, minyak memberikan tampilan kayu yang lebih hidup dan mengkilap. Keunggulan metode ini adalah sifatnya yang aman untuk kesehatan dan tidak mengeluarkan bau menyengat.
Proses aplikasi:
- Bersihkan kayu dari debu dan kotoran.
- Oleskan minyak menggunakan kuas atau kain.
- Diamkan selama 24 jam agar minyak meresap.
4. Penggunaan cairan alami dari tanaman
Beberapa tanaman memiliki sifat antimikroba dan anti-hama, seperti getah jarak dan ekstrak neem. Ketika diaplikasikan pada kayu sengon, zat alami ini bekerja menghambat pertumbuhan jamur dan mencegah serangan rayap.
Metode ini cocok bagi Anda yang ingin menjaga keaslian kayu tanpa bahan sintetis. Keunggulannya adalah sifatnya yang benar-benar ramah lingkungan. Selain aman bagi manusia, cairan ini tidak merusak struktur kayu dan mudah diaplikasikan.
Proses aplikasi:
- Campurkan ekstrak tanaman dengan air bila diperlukan.
- Celupkan kayu ke dalam larutan selama beberapa jam.
- Jemur hingga kering.
Baca Juga: Harus Anda Tahu Mengenai Pengawetan Kayu Agathis
5. Perendaman dengan larutan garam atau abu kayu
Zat mineral dalam garam dan abu membantu menutup pori kayu serta menciptakan lingkungan yang tidak disukai mikroorganisme. Metode ini sangat sederhana dan murah. Keunggulan teknik ini adalah kemudahan mendapatkan bahan bakunya.
Garam dan abu tersedia di banyak tempat sehingga metode ini cocok untuk pengrajin skala kecil. Hasilnya mampu meningkatkan daya tahan kayu jika diaplikasikan secara tepat.
Proses aplikasi:
- Larutkan garam atau abu dalam air.
- Rendam kayu selama 12–24 jam.
- Jemur hingga kering.
6. Penggunaan arang atau asap kayu
Pengasapan adalah teknik pengawetan tradisional yang sudah digunakan ratusan tahun. Proses ini membantu menurunkan kadar air sambil menambahkan sifat antimikroba pada kayu melalui senyawa yang dihasilkan dari asap.
Selain itu, kayu sengon akan memiliki warna lebih gelap yang menarik. Keunggulan metode ini adalah efektivitasnya dalam menekan pertumbuhan jamur dan serangga. Asap memberikan lapisan pelindung alami menyatu dengan serat kayu sehingga tidak mudah hilang meskipun digunakan dalam jangka panjang.
Proses aplikasi:
- Letakkan kayu di ruang pengasapan.
- Panaskan dengan arang atau kayu lain.
- Pertahankan beberapa jam hingga kayu kering.
7. Merendam dengan Biocide
Biocide Insecticide dan Biocide Wood Fungicide merupakan solusi pengawetan kayu modern yang aman dan efektif untuk mencegah serangan hama serta jamur pada kayu sengon. Biocide Wood Fungicide bekerja melindungi kayu dari blue stain, jamur permukaan, dan pembusukan, sehingga menjaga warna serta kekuatan kayu sejak tahap awal penyimpanan.
Sementara itu, Biocide Insecticide memberikan perlindungan terhadap rayap, kumbang bubuk, dan serangga perusak kayu lainnya sehingga kayu lebih stabil dan tidak mudah rapuh.
Proses aplikasi:
- Larutkan Biocide (Fungicide atau Insecticide) sesuai dosis pada petunjuk produk.
- Aplikasikan dengan cara perendaman, penguasan, atau penyemprotan.
- Rendam kayu minimal 5–15 menit untuk penetrasi optimal.
- Keringkan kayu sebelum disimpan atau diproses lebih lanjut.
Cara mengawetkan kayu sengon tidak harus bergantung dengan bahan kimia berbahaya. Berbagai metode alami dan ramah lingkungan di atas bisa jadi solusi efektif Anda untuk meningkatkan ketahanan kayu.
Dengan pengolahan yang tepat, kayu sengon bisa menjadi material yang kuat, tahan lama, dan bernilai jual tinggi.
Ingin mengawetkan kayu dengan lebih efektif? Klik banner di bawah ini untuk mendapat produk pengawet kayu yang aman dan ramah lingkungan!

