Silica gel berfungsi menyerap kelembapan agar produk tetap kering dan awet. Setiap jenis silica gel memiliki kegunaan berbeda sesuai kebutuhan industri.
Dalam dunia industri modern, menjaga kualitas produk berarti menjaga kelembapan tetap terkendali. Salah satu bahan yang paling sering digunakan untuk tujuan ini adalah silica gel.
Secara umum, silica gel dibedakan berdasarkan warna, komposisi kimia, dan kegunaannya. Ada yang aman untuk makanan (food-grade), ada yang dirancang untuk keperluan industri berat seperti mesin atau elektronik.
Mengetahui perbedaan ini penting agar pengguna, baik pengrajin, pelaku UMKM, maupun perusahaan besar, dapat memilih silica gel yang sesuai dengan kebutuhan dan standar keamanan internasional.
Dalam artikel ini, kami akan membahas secara lengkap berbagai jenis silica gel, standar ISO dan regulasi internasional yang mengaturnya, hingga panduan memilih dan menggunakannya dengan benar.
Fungsi umum silica gel dalam berbagai industri
Silica gel bekerja dengan cara menyerap uap air di sekitarnya, proses ini disebut adsorpsi, bukan penyerapan seperti spons. Hasilnya, kelembapan di ruang penyimpanan berkurang dan produk tetap kering serta awet.
Fungsi ini membuat silica gel sangat dibutuhkan di banyak sektor, antara lain:
- Industri makanan dan farmasi, untuk menjaga kekeringan produk selama distribusi.
- Industri elektronik, untuk mencegah korosi atau kerusakan akibat kelembapan.
- Tekstil dan kerajinan kulit, untuk mencegah jamur pada bahan alami.
- Logistik dan pengiriman barang ekspor, di mana perubahan suhu dan kelembapan bisa merusak produk.
Dengan peran penting tersebut, berbagai standar internasional, termasuk ISO dan Bureau of Indian Standards (BIS), telah menetapkan pedoman agar kualitas silica gel tetap konsisten, aman, dan sesuai tujuan penggunaannya.
Standar ISO dan internasional terkait silica gel
Agar penggunaan silica gel di berbagai industri tetap aman dan konsisten, sejumlah lembaga internasional menetapkan standar mutu serta regulasi teknis.
Standar ini membantu memastikan bahwa setiap jenis silica gel memiliki kualitas, ukuran, dan keamanan yang sesuai dengan fungsinya, baik untuk industri, pengujian laboratorium, maupun kemasan makanan.
1. ISO 14268:2023 – Leather Testing
Standar ISO 14268:2023 diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk menentukan metode pengujian permeabilitas uap air pada kulit (leather).
Dalam prosedur pengujian ini, silica gel digunakan sebagai desikan (penyerap kelembapan) guna mengontrol kondisi kelembapan secara akurat.
Standar ini juga menetapkan spesifikasi partikel silica gel yang digunakan, yaitu berukuran 2–5 mm, bersih dari debu, dan memiliki daya serap stabil.
Dengan mengikuti standar ini, laboratorium dan industri kulit dapat menjamin hasil uji yang konsisten dan terpercaya, terutama dalam kontrol kualitas bahan kulit.
2. IS 3401:1992 – Silica Gel Specification
Standar IS 3401:1992 dari Bureau of Indian Standards (BIS) merupakan acuan teknis penting untuk menentukan spesifikasi kualitas silica gel industri.
Di dalamnya dijelaskan dua jenis utama silica gel, yaitu:
- Indicating type (biasanya berwarna biru atau oranye) yang berubah warna ketika jenuh, dan
- Non-indicating type (berwarna putih) yang tidak memiliki indikator visual.
Standar ini mengatur parameter penting seperti:
- Kapasitas adsorpsi minimum ≥ 27% dari massa,
- pH ekstrak air antara 4–8,
- Kadar klorida dan zat terlarut dalam batas aman, serta
- Kestabilan partikel terhadap guncangan dan abrasi.
Meskipun merupakan standar India, IS 3401 sering dijadikan rujukan global dalam penentuan mutu silica gel karena mengandung kriteria teknis yang rinci dan terukur.
3. Regulasi Food-Grade / Kemasan Makanan (UE & AS)
Untuk penggunaan silica gel dalam kemasan makanan dan produk konsumsi, tidak ada standar ISO khusus, tetapi pengaturannya mengikuti regulasi keamanan bahan kontak makanan di Eropa dan Amerika Serikat.
Beberapa regulasi penting meliputi:
- FDA 21 CFR 177.2420 (AS) – mengatur keamanan penggunaan silica gel dan bahan penyerap kelembapan dalam kemasan makanan.
- EU Regulation No. 10/2011 (Uni Eropa) – mengatur bahan dan zat yang diizinkan dalam kemasan plastik atau desikan yang bersentuhan langsung dengan makanan.
Dalam konteks ini, hanya silica gel putih atau natural (non-indicating) yang diperbolehkan untuk aplikasi food-grade, karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti kobalt klorida yang terdapat pada silica gel biru.
Baca Juga: Produk Silica Gel yang Efektif dan Bagus untuk Menyerap Kelembaban
Jenis-jenis silica gel yang banyak digunakan
Pemilihan jenis yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas produk, keamanan, dan efisiensi penyimpanan. Berikut adalah jenis-jenis silica gel yang umum digunakan:
1. Silica gel putih (white non-indicating)
Silica gel putih tidak memiliki indikator warna dan aman digunakan sebagai silica gel untuk makanan, obat, dan produk konsumsi karena bebas bahan kimia berbahaya. Partikel biasanya berukuran 2–5 mm dengan kapasitas serap kelembapan tinggi, stabil, dan cocok untuk penyimpanan jangka panjang.
2. Silica gel biru (blue indicating)
Silica gel biru mengandung indikator cobalt yang berubah dari biru ke merah muda saat jenuh, memudahkan pemantauan visual kelembapan. Umumnya digunakan untuk industri elektronik atau alat berat, dengan ukuran partikel 2–5 mm dan daya serap optimal, tetapi tidak aman untuk makanan.
3. Silica gel orange (orange indicating)
Silica gel orange menggunakan indikator non-toxic yang berubah warna saat jenuh, sehingga aman untuk beberapa produk konsumsi dan industri. Partikel memiliki pori-pori aktif untuk menyerap kelembapan secara efektif sambil tetap memudahkan pemantauan kondisi.
4. Silica gel hitam / carbon mixed
Jenis ini dicampur karbon aktif sehingga selain menyerap kelembapan juga dapat menyerap bau. Partikel memiliki daya serap tinggi dan cocok untuk penyimpanan sepatu, pakaian, atau arsip yang memerlukan kontrol kelembapan dan bau.
5. Silica gel natural / mineral
Silica gel natural berasal dari mineral alami tanpa pewarna atau bahan tambahan kimia, aman untuk produk makanan, farmasi, dan ramah lingkungan. Memiliki kapasitas serap tinggi dan stabil, dengan ukuran partikel seragam untuk penggunaan jangka panjang.
Panduan memilih jenis silica gel berdasarkan aplikasi
Pemilihan silica gel harus disesuaikan dengan jenis produk, kondisi penyimpanan, dan tujuan penggunaannya. Berikut panduan untuk beberapa aplikasi umum:
1. Kemasan makanan
Gunakan silica gel putih atau natural yang aman untuk makanan, sesuai regulasi food-grade seperti FDA dan EU 10/2011. Standar ini memastikan silica gel tidak mengandung bahan berbahaya saat bersentuhan dengan produk konsumsi.
2. Kemasan elektronik/ alat industri
Pilih silica gel biru atau oranye indikator yang sesuai spesifikasi partikel dalam IS 3401:1992, sehingga kapasitas adsorpsi dan indikator kelembapan dapat terukur. Penempatan di kotak atau kemasan alat membantu melindungi perangkat dari kerusakan akibat kelembapan.
3. Penyimpanan arsip, sepatu, kulit
Gunakan silica gel hitam atau oranye untuk menyerap kelembapan dan bau, sesuai kapasitas yang ditentukan dalam standar pengujian kelembapan seperti ISO 14268:2023. Tempatkan di rak atau kotak penyimpanan dan ganti secara berkala untuk menjaga efektivitas.
4. Untuk laboratorium
Gunakan silica gel non-indicating atau indikator sesuai spesifikasi partikel ISO 14268 untuk kontrol kelembapan. Letakkan di lemari atau ruangan kecil, dan regenerasi ketika indikator warna berubah atau kapasitas adsorpsi menurun.
Sekarang Anda tidak perlu bingung dengan jenis silica gel yang di pasaran, karena dapat memilihnya sesuai standar ISO. Jika Anda mencari silica gel putih atau natural yang pasti aman, Anda bisa mendapatkannya di Bioindustries.
Klik banner di bawah ini untuk menghubungi tim Bio dan mendapatkan rekomendasi silica gel yang tepat.

