Bioindustries

Inspirasi Gaya Finishing Japandi yang Simpel, Natural, dan Estetik

Finishing dalam desain Japandi bukan sekedar pelapis, melainkan jiwa dari kesederhanaan yang elegan. Dengan gaya finishing kayu Japandi yang tepat, sentuhan alami kayu dan tekstur alaminya akan tampil lebih menonjol. 

Ketika minimalisme Jepang bertemu kehangatan Skandinavia, lahirlah gaya Japandi yang menjadi perpaduan sempurna di dunia interior. Melalui finishing natural yang detail dan bersih, gaya Japandi menghadirkan keindahan yang berkarakter. 

Gaya ini sangat cocok untuk menghadirkan interior yang profesional dan kreatif, menonjolkan estetika alami dan kesederhanaan desain. Untuk finishing yang bisa dipilih pun berbagai macam yang bisa diaplikasikan. 

Apa saja gaya finishing menarik untuk desain Japandi, simak jenis-jenisnya ini. 

Konsep dan prinsip gaya finishing kayu Japandi

Berakar dari filosofi kesederhanaan dan keaslian material, konsep desain Japandi selalu menonjolkan keindahan serat kayu, warna natural, serta tekstur lembut. Permukaan kayu biasanya dibiarkan alami dengan lapisan finishing tipis. 

Prinsip utama finishing Japandi menekankan keselarasan, keseimbangan, dan kejujuran material. Warna-warna netral seperti beige, ivory, light oak, atau ashwood digunakan untuk menciptakan suasana tenang dan harmonis. 

Finishing tidak dimaksudkan untuk menutupi, melainkan memperkuat karakter kayu itu sendiri. Pendekatan inilah yang menghasilkan tampilan timeless dan ramah lingkungan, karena cenderung menggunakan bahan finishing alami dan minim kimia. 

Jenis-jenis finishing kayu yang sesuai dengan gaya Japandi 

Dari berbagai macam gaya finishing, berikut inilah yang paling cocok untuk desain Japandi: 

1. Clear/ natural finishing

Clear finish atau natural finish adalah coating furniture yang transparan dan mempertahankan warna asli kayu tanpa mengubah tampilannya. Oleh karena itu, terkesan matte dan biasanya menggunakan bahan cat seperti water based clear coat. 

Gaya finishing ini cocok untuk desain Japandi, karena mampu menampilkan karakter kayu yang jujur dan alami, memberikan kesan lembut dan hangat yang khas gaya Japandi. Berikut ini proses untuk mengaplikasikannya: 

  • Amplas permukaan kayu hingga halus, bisa memakai grit 180-240. 
  • Bersihkan debu dengan kain yang lembap agar bebas debu dan kotoran. 
  • Aplikasikan clear coat tipis menggunakan kuas atau spray, atau bisa juga menggunakan lapisan dasar sanding sealer. 
  • Ulangi 2-3 kali lapisan dengan pengamplasan halus di antaranya. 

Baca Juga: Finishing Kayu Tampilan Natural Untuk Furniture Jati

2. Natural gloss finish 

Hampir mirip dengan gaya finishing sebelumnya, hanya saja ada efek kilap lembut yang muncul pada permukaan kayu tapi tetap tidak terlihat berlebihan. Anda bisa menggunakan clear coat gloss untuk hasil tersebut. 

Sangat cocok untuk gaya Japandi karena memberi kesan bersih dan elegan sambil tetap mempertahankan kehangatan alami material, cocok untuk ruang Japandi modern. Berikut ini tahapan aplikasinya: 

  • Amplas permukaan kayu hingga rata dan halus. 
  • Gunakan lapisan dasar berupa sanding sealer. 
  • Aplikasikan pernis glossy tipis saja. 
  • Biarkan kering dan hasil kilap akan langsung terlihat. 

3. Whitewash/ limed finish

Finishing yang memberikan tampilan kayu dengan lapisan warna putih tipis, sehingga serat kayu tetap terlihat samar. Hasil akhirnya memberikan kesan lembut, terang, dan alami, sangat sesuai dengan gaya Japandi yang mengutamakan kesederhanaan, kehangatan, dan warna netral. 

Finishing ini sering digunakan pada kayu oak, jati muda, atau pinus untuk menciptakan nuansa washed atau efek kayu yang terpapar sinar matahari alami. Untuk langkah aplikasinya Anda bisa mengikuti langkah berikut: 

  • Amplas permukaan kayu hingga halus, bisa dengan grit 180-240 agar siap menerima lapisan. 
  • Bersihkan debu amplasan dengan kain yang lembap. 
  • Aplikasikan campuran cat putih yang encer secara tipis menggunakan kuas atau kain. 
  • Lap kelebihan cat dengan kain kering searah serat kayu agar warna putihnya masuk ke dalam pori-pori. 
  • Setelah kering, Anda bisa melapisi akhirnya dengan clear coat matte untuk perlindungan tambahan.  

4. Finishing wood stain 

Gaya finishing yang memberikan warna baru pada kayu sambil tetap menonjolkan serat alaminya. Tidak seperti cat solid, wood stain meresap ke dalam pori kayu, menciptakan tampilan alami tapi lebih berwarna dan hidup. 

Dalam gaya Japandi, finishing wood stain mampu menghadirkan kontras lembut antara elemen kayu terang dan gelap, sekaligus mempertahankan kesan natural. Warna yang sering digunakan dalam Japandi antara lain oak, walnut, dan ash brown. 

Berikut ini untuk langkah aplikasi finishing wood stain yang bisa Anda ikuti: 

  • Amplas permukaan kayu hingga halus dan bersih dari debu. 
  • Gunakan wood stain menggunakan kain, kuas, atau sponge searah serat kayu. 
  • Diamkan beberapa menit, lalu hapus sisa stain agar hasilnya merata. 
  • Ulangi bilang Anda ingin mendapatkan warna lebih pekat, seperti 2-3 kali. 
  • Setelah kering sempurna, Anda bisa menutupnya dengan lapisan clear coat matte atau glossy sesuai kebutuhan. 

5. Oil finish

Termasuk teknik finishing yang menggunakan minyak alami seperti tung oil, linseed oil, atau teak oil untuk menonjolkan keindahan warna dan serat kayu tanpa kilap. Finishing ini sangat cocok untuk permukaan tampil lebih alami. 

Efeknya, mampu memberikan sentuhan hangat, menenangkan, serta autentik dengan nilai sejalan gaya Japandi. Tahapan aplikasinya paling sederhana dari gaya finishing lain, yaitu: 

  • Amplas permukaan kayu sampai halus, bisa maksimal dengan grit 240. 
  • Bersihkan permukaan kayu dari debu bekas amplas untuk memudahkan pemolesan. 
  • Aplikasikan langsung minyak alami dengan kain lembut yang searah dengan serat kayu. 
  • Tunggu minyak meresap kurang lebih 15-30 menit. 
  • Lap kelebihan minyak, lalu biarkan kering selama beberapa jam atau semalaman. 
  • Ulangi aplikasinya 2-3 kali aplikasi untuk hasil yang maksimal dan perlindungan tahan lama. 

6. Wax finish

Hampir mirip dengan teknik sebelumnya, hanya saja dalam wax finish yang digunakan adalah lilin alami seperti beeswax. Bahan dapat dioleskan ke permukaan kayu untuk menciptakan efek lembut, halus, dan berkilau tanpa mengubah warna signifikan. 

Finishing ini mampu menonjolkan tekstur dan keaslian kayu dengan tampilan halus dan elegan. Cocok untuk furniture dan aksen interior Japandi yang mengedepankan kualitas alami dan sederhana. 

Ikuti tahapan berikut untuk aplikasinya: 

  • Persiapkan kayu dengan mengamplasnya hingga halus dan bersih. 
  • Aplikasikan beeswax tipis-tipis dengan spons atau kain lembut searah dengan serat kayu. 
  • Tunggu agar beeswax mengering sebentar dan gosok permukaanya menggunakan kain kering hingga muncul kilau lembut. 

7. Shou sugi ban 

Dikenal juga dengan sebutan Yakisugi, teknik adalah finishing tradisional Jepang dengan cara membakar permukaan kayu hingga lapisan luarnya menghitam. Setelah itu, kayu dapat dibersihkan dan dilapisi dengan minyak alami. 

Dalam gaya Japandi, teknik finishing ini mampu menampilkan keindahan ketidaksempurnaan kayu. Warna hitam pekat berpadu dengan kontras bersama elemen interior yang terang, menghasilkan harmoni yang khas. 

Langkah aplikasi finishing shou sugi ban yang bisa Anda ikuti adalah: 

  • Bakar permukaan kayu dengan torch atau api bertekanan sedang hingga lapisan luarnya menjadi arang atau hitam pekat. 
  • Sikat permukaan kayu dengan sikat kawat untuk menghilangkan jelaga dan menonjolkan tekstur serat kayu. 
  • Bersihkan debu arang, lalu lapisi dengan minyak alami seperti linseed oil untuk melindungi dan memperdalam warna. 
  • Biarkan kering sempurna sebelum digunakan. 

Manakah gaya finishing kayu Japandi yang tertarik untuk Anda ikuti? Apapun gayanya, bahan finishingnya bisa Anda dapatkan di Bioindustries yang menyediakan pernis maupun wood stain water based hingga beeswax berkualitas. 

Anda yang ingin menemukan produk tepat bisa konsultasi bersama tim Bio dengan klik link di bawah ini! Tim Bio akan menyarankan jenis produk yang sesuai, bahkan untuk skala industri. 

tanya cs bio
Hotline dan Konsultasi