Waspadai Bahaya Racun Cat - Bioindustries

Waspadai Bahaya Racun Cat

paint ilustrationWaspadai Bahaya Racun Cat, Merenovasi rumah, termasuk mengganti cat yang lama dengan yang baru memang akan membuat tampilan rumah makin cantik. Akan tetapi, tanpa kita sadari, kadang kita menempatkan diri kita pada bahaya kesehatan yang besar ketika berada di lingkungan proses pengecatan tersebut. Efek ini jamak terjadi akibat penggunaan cat-cat yang memiliki VOC (Volatile Organic Compounds) tinggi dan logam berat seperti merkuri anorganik. Kedua bahan tersebut dapat memasuki tubuh kita dan mengganggu proses kimia di dalam badan.

 Efek Logam Berat

Logam berat seperti merkuri banyak ditemui pada cat-cat kovensional berbasis minyak. Selain merkuri, cat-cat seperti ini juga biasa mengandung logam berat lain seperti timbal yang sama-sama membahayakan kesehatan. Efek terpapar berbagai zat ini akan menghasilkan gangguan pada tubuh, di antaranya gangguan reaksi enzimatik dan kerusakan jaringan syaraf. Contohnya saja logam timbal atau Pb. Logam ini dapat menyerobot posisi logam tembaga atau Cu yang di dalam tubuh memiliki fungsi sebagai inti beberapa enzim. Hal ini tentu akan berdampak fatal karena enzim memiliki peran vital dalam proses kimia tubuh. Apalagi bila jumlah timbal yang masuk tergolong besar. Gejala jangka pendek logam berat dapat ditunjukkan oleh adanya rasa pusing, mual, dan gangguang penglihatan.

 VOC, Senyawa Organik Mudah Menguap

VOC secara sederhana dapat diartikan sebagai bahan-bahan organik yang mudah menguap karena titik didihnya yang rendah. Bahan-bahan tersebut bahkan bisa menguap pada suhu ruangan dan terbebas ke udara dari padatan maupun cairan asal zat tersebut. Pada cat-cat yang memiliki VOC tinggi, bahan-bahannya yang membahayakan seperti benzene akan dengan mudah terbebas di udara dan masuk ke dalam jaringan tubuh kita. Hal ini akan diperparah bila zat tersebut lebih berat daripada udara. Benzene yang memiliki karakter tersebut, akan melayang-layag pada ketinggian rendah dimana kita biasa beraktivitas, sehingga intensitas kita terpapar juga lebih besar.

Selain benzene,beberapa senyawa organik lain yang terdapat dalam cat dan mudah menguap ke udara antara lain adalah klorofluorokarbon (CFC), klorokarbon, toulene, xylene, metil klorida, metilen klorida, dan MTBE. Paparan berbagai zat tersebut akan memberikan efek buruk bagi kesehatan, baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek yang berbeda-beda. Dalam jangka panjang, efek beberapa zat tersebut bahkan telah diketahui dapat berimbas pada hewan dengan munculnya penyakit kanker. Sedangkan efek jangka pendek yang biasa terjadi antara lain iritasi mata, iritasi hidung dan tenggorokan, mual, alergi kulit, pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, hingga melemahnya ingatan.

 Perbedaan Bahaya Efek Cat

Efek cat dengan VOC tinggi dan kandungan logam berat yang membahayakan biasanya mencapai tngkat yang paling membahayakan dalam masa pengeringan cat tersebut. Akan tetapi, beberapa merek cat tertentu bahkan masih bisa mengakibatkan paparan membahayakan hingga bertahun-tahun kemudian. Efek bahaya kandungan racun cat ini juga berbeda tergantung dari faktor keterbukaan ruangan tempat cat tersebut diaplikasikan. Lingkungan dalam ruangan (indoor) akan memberikan paparan yang lebih intens daripada lingkungan luar ruangan (outdoor). Salah satu solusi yang bisa diterapkan untuk mengurangi dampak lebih intensnya paparan zat toksik dalam ruangan adalah dengan cara mendesain ventilasi yang memadai. Keberadaan ventilasi akan menyebabkan sirkulasi udara lebih baik sehingga kondisi dalam ruangan pun tidak begitu pekat dengan zat berbahaya dari cat. Selain itu, cat yang digunakan sebaiknya cat yang memiliki kadar VOC rendah, seperti cat-cat berbasis air.

Artikel ini mendapat rating 5 bintang dari total 440 orang responden
%d bloggers like this: