Mengenal Istilah Tingkat Glossy Berdasarkan Sheen Level Versi Bioindustries - Bioindustries

Mengenal Istilah Tingkat Glossy Berdasarkan Sheen Level Versi Bioindustries

Sheen level atau tingkat glossy yang dihasilkan dari proses finishing menggunakan produk coating dari Bioindustries sangat variatif, dari death matt, matt, doff, satin, semi gloss hingga gloss.

sheen level of paintsMasih banyak yang bertanya-tanya, apa perbedaan antara hasil finishing matt dan doff, antara gloss dan semi gloss. Masih banyak pula yang bingung dengan istilah sheen level atau tingkat glossy dalam proses finishing. Dalam artikel berikut, kami akan membahas mengenai apa pengertian dari sheen level, dan standar sheen level yang digunakan oleh Bioindustries.

Dalam teknologi yang digunakan di industri cat, sheen level bisa diartikan sebagai tingkat glossy yang dihasilkan dari proses coating terhadap suatu benda. Untuk mengukur tingkat glossy ini biasanya digunakan alat glossy meter yang mengacu pada beberapa standar seperti ISO 2813, ASTM D523, DIN67530 dan GB9754, GB9966, GB/T13891.

Glossy meter secara umum merupakan alat digital yang digunakan untuk mengukur tingkat glossy atau tingkat kecerahan pantulan cahaya yang dihasilkan oleh permukaan media sesuai standar glossy yang ditetapkan. Biasanya untuk mengukur tingkat glossy ini digunakan sudut 20°, 60° dan 85°.

Glossy meter biasanya digunakan untuk mengukur tingkat glossy atau tingkat kilap dari beberapa media, seperti marmer, glossy paper, hasil finishing menggunakan cat, helm, dan berbagai media lain yang memerlukan pengukuran tingkat glossy. Sebagai catatan, berbagai studi kasus memperlihatan bahwa hasil uji yang dilakukan menggunakan glossy meter pada material logam memperlihatkan tingkat refleksi kilap yang lebih tinggi/lebih glossy dibandingkan dengan produk non logam.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat glossy suatu benda, diantaranya sudut pandang. Sudut ketika Anda melihat suatu objek berkilau akan menentukan tingkat glossy yang ditangkap. Faktor kedua, kerataan atau kehalusan media tersebut (bidang tersebut datar atau bergelombang). Semakin datar permukaan bidang material maka semakin tinggi juga tingkat glossynya. Faktor ketiga, matting agent yang digunakan. Semakin banyak matting agent yang digunakan, semakin berkurang tingkat glossy-nya.

Mengenal Tingkat Glossy Berdasarkan Sheen Level Versi Bioindustries

perbedaan tingkat glossy

Setiap perusahaan cat biasanya memiliki standar tingkat glossy yang berbeda-beda, walaupun biasanya tidak akan terpaut jauh satu sama lain. Ada yang menggunakan standar : Flat (1–9% gloss), Low Sheen (10–25% gloss), Eggshell (26–40% gloss), Semi Gloss (41–69% gloss), Gloss (70–89% gloss),  (versi wikipedia). Ada pula perusahaan yang menggunakan standar : full gloss (85% – 100%), gloss (60% – 84%), semi gloss (20% – 59%), low sheen (5% – 19%), flat (0% – 4%).

Bioindustries sebagai salah satu produsen spesialis cat water based juga memiliki standar sheen level untuk mengukur tingkat glossy. Berikut sheen level versi Bioindustries :

  1. Mirror

Sheen level mirrror memiliki tingkat glossy 100% lebih. Produk coating dari Bioindustries semuanya adalah water based. Produk water based tingkat glossy-nya biasanya maksimal di kisaran angka 85%. Oleh karena itu, tidak ada produk coating dari Bioindustries yang menggunakan sheen level ini.

  1. High Gloss

Sheen level satu tingkat di bawah mirror adalah high gloss dengan sheen level 80-99%.  Tingkat glossy ini banyak digemari karena akan memberikan pantulan cahaya yang  memperlihatkan furniture yang mewah. Coating solvent based termasuk yang berbahan melamine biasanya tingkat glossy-nya di kisaran angka ini.

  1. Gloss

Sheen  level Gloss ini memiliki tingkat glossy 60-79%. Tingkat kilap gloss mampu memperlihatkan kehalusan dari hasil finishing dan memiliki keuntungan dibandingkan sheen level di bawahnya, yaitu paling mudah dibersihkan. Sangat cocok jika digunakan untuk media yang sering tersentuh jari, seperti pintu, cabinet, jendela atau furniture heavy duty.

grafik tingkat glossy dari matt hingga high gloss

Gloss juga bagus digunakan pada furniture yang ingin dijadikan “point of view” di sebuah ruangan. Warna yang di-coating menggunakan topcoat gloss akan tampak lebih bersih dan lebih kuat.

Namun sheen level gloss juga mampu memperlihatkan ketidaksempurnaan atau cacat permukaan kayu. Sangat disarankan untuk menghindari topcoat gloss jika media kayu yang digunakan banyak cacatnya atau bentuknya tidak beraturan.

  1. Semi Gloss

Tingkat glossy semi gloss ini mencapai 40-59%. Satu tingkat di bawah sheen level gloss. Jenis finishing menggunakan cat semi gloss sangat cocok bagi Anda yang ingin mendapatkan manfaat dari cat dengan hasil gloss, namun tidak menyukai tampilan yang terlalu glossy. Anda tetap akan mendapatkan manfaat sheen level gloss, seperti mudah dibersihkan, ketahanan noda yang bagus, warna yang bright. Kombinasi sheen level semi gloss dengan warna yang cerah bisa membantu membuat ruangan yang gelap terlihat lebih cerah.

  1. Satin/ Silk

Tingkat glossy satin berada di kisaran angka 30-39%, antara semi gloss dan doff. Media atau substrat yang difinishing dengan satin memang cenderung lebih tahan noda dan lebih mudah dibersihkan daripada tingkat glossy di bawahnya. Namun jika dibandingkan dengan semi gloss dan gloss, tentu saja hasilnya di bawah keduanya. Pada akhirnya pemilihan tingkat kilau ini sangat dipengaruhi oleh selera masing-masing orang. Ada yang menyukai furniture yang sangat glossy, namun banyak pula yang menyukai tingkat glossy yang tidak terlalu tinggi.

  1. Doff

Sheen level doff berada di tingkat glossy 20-29%. Doff tidak dapat memantulkan cahaya dengan sempurna karena sheen levelnya yang rendah. Tetapi justru karena tidak reflektif inilah, doff mampu menyembunyikan noda di permukaan substrat secara lebih baik dibanding sheen level yang lebih glossy. Furniture dengan tampilan ini cocok untuk furniture dining room, furniture ruang keluarga yang akan memperlihatkan kehangatan.

  1. Matt

Sheen level matt adalah 10-19%. Hasilnya berlawanan dengan high gloss/ gloss yang dapat memantulkan cahaya. Di sheen level ini Anda tidak akan mendapatkan efek dari pantulan cahaya. Matt memang menarik, karena mampu menyamarkan cacat permukaan ataupun noda serta bentuk yang kurang rapi. Sehingga banyak yang menyukai sheen level ini. Mereka yang tidak menyukai tampilan yang glossy seringkali menggunakan sheen level ini.

  1. Death Matt 

Sheen level yang dimiliki oleh death matt adalah 0-9%, setingkat di bawah matt. Jika Anda tidak menyukai tampilan mengkilap atau menginginkan hasil finishing yang natural, yang tetap dicoating namun seperti tidak dicoating, maka Anda bisa menggunakan tampilan death matt. Biasanya topcoat death matt diaplikasikan setelah aplikasi sanding sealer untuk menghasilkan finishing kayu natural.

Bioindustries sendiri memproduksi produk coating dengan sheen level dari death matt hingga gloss. Anda bisa mendapatkan produk topcoat/clear coat dengan varian tingkat glossy death matt, matt, doff, satin, semi gloss, dan gloss. Untuk produk Biovarnish, saat ini ready gloss dan doff. Sedangkan untuk BioColours, ready dari death matt hingga gloss, kecuali untuk satin bisa diperoleh by order.

Anda juga bisa menurunkan sheen level dengan menambahkan matting agent. Misalnya saja, Anda ingin mendapatkan sheen level satin, sedangkan Anda hanya memiliki topcoat gloss. Dengan menambahkan matting agent ke dalam topcoat gloss, Anda bisa mendapatkan sheen level satin. Namun Anda perlu hati-hati, karena jika terlampau banyak menambahkan, Anda malah mendapatkan tingkat glossy terlalu rendah. Jika Anda kurang yakin, lebih baik menyerahkan pada ahlinya atau membeli produk jadi yang sudah disiapkan oleh Bioindustries.

 

Artikel ini mendapat rating 5 bintang dari total 316 orang responden
%d bloggers like this: