Cara Tepat Memilih Bahan Pengawet Kayu

untuk memilih bahan pengawet kayu, diperlukan beberapa pertimbangan.

Tidak jarang orang bingung untuk memilih bahan pengawet kayu yang tepat seperti anti jamur, anti rayap atau serangga untuk melindungi atau mengawetkan produk kayu seperti furniture, pintu, kusen atau produk aksesories kerajinan yang umumnya terbuat dari bahan kayu, rotan, bambu dan berbagai bahan serat alam lainnya yang rentan terhadap serangan jamur, bakteri, serangga dll

Berikut ini tips sederhana memilih bahan pengawet kayu yang tepat untuk kebutuhan anda

1. Pahami karakter jenis kayu atau material yang anda gunakan sebelum memilih bahan pengawet kayu

apakah jenis kayu / material yang anda gunakan lebih rentan terhadap serangan jamur ataukah lebih rentan terhadap serangan serangga kayu seperti rayap, kumbang bubuk / teter kayu atau bahkan keduanya

2. Pilih dan ketahui serta pastikan bahan aktif yang terkandung dalam bahan pestisida yang akan digunakan tepat untuk mengatasi masalah anda

Tidak jarang orang salah memilih obat pestisida anti serangga (insecticide) untuk mencegah serangan jamur yang menjadi permasalahan utamanya atau sebaliknya, meskipun ada beberapa bahan pestisida yang telah diformulasikan mengandung bahan anti serangga dan anti jamur kayu sekaligus.

# memilih bahan anti jamur

Dari media dan lokasi tumbuhnya, jenis jamur yang menyerang produk kayu secara umum dapat dibedakan dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

JAMUR SUBSTRATE

yaitu jamur yang tumbuh didalam serat kayu/ rotan/ bambu seperti jamur biru / bluestain, black stain dll. Pada dasarnya jamur ini tidak merusak kekuatan struktur kayu namun bisa sangat mengganggu nilai estetika kayu dan tentu saja menurunkan nilai ekonomisnya.

Faktor pemicu tumbuh utamanya lebih dikarekan MC kayu yang terlalu tinggi. untuk mengatasi jenis jamur ini sebaiknya gunakan fungisida jenis SUBSTRATE PRESERVATIVE

JAMUR PERMUKAAN

yaitu jenis jamur yang tumbuh pada permukaan media kayu seperti jamur kapas, jamur bulu dll. Jenis jamur ini sangat mudah tumbuh bahkan pada permukaan lapisan film cat/ coating. Jamur jenis ini biasanya mudah dihilangkan hanya dengan dilap atau dibersihkan saja, namun sesaat ketika faktor lingkungan tumbuhnya mendukung jamur ini akan segera tumbuh kembali. Untuk mengatasi jenis jamur ini sebaiknya gunakan fungisida jenis FILM PRESERVATIVE

keterangan bahan aktif dan kegunaannya pasti tertera pada label kemasan pestisida tersebut jka tidak anda dapat meminta keterangan technical data sheet (TDS) dari produsen atau toko tempat anda membeli produk yang merupakan bahan pengawet kayu tersebut.

3. Pahami cara penggunaan/ cara aplikasi yang tepat sesuai saran dari formulator atau produsennya.

Sepanjang pengalaman kami di lapangan, selain kesalahan dalam memilih bahan pestisida yang tepat, faktor kegagalan dalam pengendalian serangan serangga dan jamur dilapangan lebih ditentukan oleh tidak tepatnya cara dan waktu aplikasi bahan pengawet / pestisida yang digunakan.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi pada industri furniture misalnya, bahan insectisida atau fungisida jenis substrate preservative digunakan dengan cara dicampur dengan bahan cat / bahan coating yang akan digunakan. Jika demikian maka tentu saja bahan aktif yang telah didesain sedemikan rupa oleh formulatornya tidak dapat bekerja sempurna karena hanya akan bekerja pada permukaan media. Sedangkan “penyakitnya” ada jauh di dalam serat kayu.

Secara umum, untuk mengatasi serangan serangga atau jamur substrate sebaiknya aplikasi bahan pestisida anti serangga atau anti jamur substrate kayu sebaiknya dilakukan pada tahap sawmill fresh cut, baik dengan cara direndam atau jauh lebih baik jika dapat dilakukan dengan cara vacuum tekan.

Untuk lebih detail, tentu saja dengan membaca dan mempelajari secara teliti petunjuk pemakaian yang tertera pada label atau keterangan TDS produk bahan pengawet kayu yang anda gunakan akan jauh lebih memastikan keberhasilan usaha anda.

Artikel ini mendapat rating 4 bintang dari total 401 orang responden
%d bloggers like this: