3 Langkah Mencegah Jamur pada Produk Kayu atau Sejenis Kayu - Bioindustries

3 Langkah Mencegah Jamur pada Produk Kayu atau Sejenis Kayu

jamur permukaan kayu, jamur biru, jamur, serangan jamur

Sayangnya para pelaku industri kayu kebanyakan masih berfikir untuk “pergi kedokter saat menyakit sudah stadium 4”, padahal kita bisa mencegah jamur pada kayu.

Ada semboyan “mencegah lebih mudah dan murah dari mengobati” saya kira ini sangat relevan dengan dunia wood working dan furniture. Namun sayangnya para pelaku industri kayu kebanyakan masih berfikir untuk “pergi kedokter saat penyakit sudah stadium 4”. Berikut 3 langkah mencegah jamur pada kayu.

1. Gunakan bahan fungicide BIO INDSUTRIES pada sebelum proses pengeringan kayu dan pastikan Microside (MC) kayu kurang dari 12% sebelum di gunakan.

terdapat dua jenis bahan anti jamur yang biasa digunakan pada industri pengolahan kayu dan furniture:

  • fungicide jenis substrate preservative
  • fungicide jenis film prservative

Bahan anti jamur jenis substrate preservative digunakan untuk mencegah jamur yang tumbuh didalam serat kayu seperti jamur blue stain dll. bahan anti jamur seperti ini sebaiknya digunakan dengan cara direndam pada saat kayu masih basah (fresh cut) yaitu sebelum proses pengerinngan. hal ini untuk mengantisipasi serangan jamur bluestain pada saat menunggu giliran mesin pengering. langkah ini dapat menurunkan serangan jamur lebih dari 80% terutama pada jenis kayu yang rawan jamur seperti kayu pinus, karet dll.

sedangkan bahan anti jamur jenis film preservative digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur permukaan seperti jamur kapas atau jamur hitam dll yang sering tumbuh dipermukaan lapisan cat atau coating. bahan anti jamur ini digunakan dengan cara dicampur bahan finshing atau coating sebelum digunakan.

 Kesalahan aplikasi:

bahan anti jamur jenis substrate preservative (pengawet kayu) dicampur dengan cat atau bahan finishing. ini tentu kurang tepat.

 Pengeringan kayu

pengeringan kayu merupakan syarat mutlak untuk mencegah serangan jamur, karena sarat tumbuhnya jamur adalah kelembaban. tanpa kelembaban yang cukup jamur akan sulit tumbuh. jadi jika kayu atau bahan serat alam lainya sudah kering kita tidak perlu kuatir lagi. namun kenyataannya meskipun kita punya oven yang canggih… realitanya banyak pabrik kayu yang belum bisa menjaga MC kayu sesuai standard sebab sehebat apapun “man behind the gun” lah  yang menentukan kemenangan. Jadi pengetahuan dan ketrampilan operator dan managemen pengeringan kayu merupakan hal yang ak bisa diabaikan

2. pilih bahan finishing yang fleksibel dan mengandung bahan anti jamur film preservative

lapisan cat atau coating merupakan bahan pelapis / mantel/coating yang berfungi melindungi media dari panas, hujan, kelembaban dll yang dapat menyebabkan serangan jamur, serangga serta berbagai faktor kerusakan bahan lainnya. Jika mantel lapisan pelindung tersebut rusak, retak, robek tau mengelupas maka fungsi perlindungannya gagal bekerja.

  • flexibilitas lapisan coating sangat erat kaitannya dengan kemampuan bahan coating dalam melindungi dari serangan jamur

lapisan coating harus mampu mengikuti dinamika gerak kayu terutama benda kerja yang mempunyai fleksibilitas tinggi seperti rotan, anyaman serat enceng goondok dll. jika lapisan coating tersebut terlalu keras, gerakan kembang susut atau gerakan mekanik sebuah benda kerja akan akan menarik lapisan coating diatasnya dan akan retak atau robek. ketika lapisan coating sudah terbuka maka fungsi perlindungannya gagal.

inilah sebannya kenapa serangan jamur sering kali dimulai dari sudut2 dan sambungan kayu. disamping karena ketebalan film pada sudut2 dan tempat2 tersembunyi biasanya tidak diperhatikan.

PU dan acrylic mempunyai sifat flexibilitas yang lebih baik dibanding NC. dan Melamin merupakan bahan yang mempunyai sifat flexibilitas yang paling rendah sehingga kurang bisa mencegah jamur tumbuh.

  cara sederhana menguji fleksibilaitas bahan coating:

  • aplikasikan bahan pada media bahan sesuai dengan produk yang akan diuji. media kayu dapat diwakili dengan finir kayu, rotan bisa menggunakan fitrit dll
  • tunggu sanpai benar benar kering dan lingkarkan pada pipa berukuran diameter 1 dim 2,5 cm
  • gunkan kaca pembesar untuk melihat kerusakan lapisan coating. seperti retak rambut, pecah dan mengelupas, dll

3. jaga kelembab udara ruang penyimpanan tetap dibawah nisbi.

kelembaban udara merupakan faktor terpenting yang menyebabkan serangan jamur. pada kelembaban tinggi aktifitas jamur, bakteri dan microbiologi lainnya cenderung meningkat. jangankan kayu atau bahan organik lainnya. bahan yang terbuat dari kaca pun mudah terserang jamur pada udara lembab.

jika kelembaban udara aktual sama dengan atau datas nilai kelembaban nisbi atmosfir maka uap air akan mengalami proses pengembunan pada permukaan benda yang ada ruang tersebut dan selanjutnya jamur akan mudah tumbuh.

Cara menjaga kelembaban udara untuk mencegah jamur

  • pada produk yang dikemas

jika kemasan tertutup rapat letakan bahan penyerap kelembaban seperti silika atau container desiccant dengan jumlah dan kaasitas yang cukup.

  • ruang penyimpanan / gudang

pastikan ruang penyimpanan / gudang memiliki sirkulasi udara yang cukup. kita bisa memasang fentilasi atau exhaust fan untuk menciptakan sirkulasi udara dari dalam ruang keluar. hal ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan udara ruang dengan udara sekitar / atmosfir agar tetap sama atau dibawah kelembaban nisbi sehingga bisa mencegah jamur.

Artikel ini mendapat rating 3 bintang dari total 439 orang responden
%d bloggers like this: