Biovarnish, Cat Kayu Untuk Pintu Interior dan Exterior - Bioindustries

Biovarnish, Cat Kayu Untuk Pintu Interior dan Exterior

cat kayu untuk pintu

Finishing pintu berbahan kayu menggunakan cat kayu untuk pintu bisa dikatakan merupakan pekerjaan yang susah-susah gampang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil finishing yang harus diperhatikan. Diantaranya fungsi produk yang difinishing, model, substrat dan harga produk.

Substrat atau bahan baku dari produk merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap hasil finishing. Mengenali sifat dan karakter substrat yang akan digunakan akan membantu dalam proses finishing. Ada beberapa substrat alam yang sering digunakan di dunia building, furniture dan home décor, diantaranya kayu, bambu dan serat alam.

Media atau substart kayu cukup dominan di Indonesia. Oleh karena itu industri pengolahan kayu dari hulu ke hilir cukup berkembang di negara ini. Termasuk di industri woodworking, furniture, building dan home décor.

Sayangnya, ada beberapa permasalahan yang perlu diwaspadai ketika menggunakan kayu sebagai bahan baku. Salah satunya adalah kondisi awal material kayu yang akan difinishing. Jika kita mendapatkan media kayu yang bagus, tidak banyak cacat kayu maupun cacat warna, maka akan memudahkan pekerjaan finishing.

Lain cerita jika kayu yang didapatkan adalah kayu dengan banyak cacat kayu maupun cacat warna. Proses finishing harus dilakukan dengan hati-hati. Kecuali jika menginginkan hasil finishing natural yang sengaja ingin menampilkan kondisi kayu apa adanya.

Tujuan Dilakukannya Finishing

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai proses finishing untuk pintu berbahan kayu, tak ada salahnya jika kita mengingat kembali apa manfaat dan tujuan dari proses finishing dilakukan. Secara umum ada enam tujuan utama finishing.

  1. Pertama, untuk meningkatkan nilai keindahan dari substrat kayu.
  2. Kedua, untuk meningkatkan keawetan bahan kayu.
  3. Ketiga, untuk meningkatkan keteguhan gesek dan pukulan.
  4. Ke-empat, untuk memberikan perlindungan dari faktor eksternal
  5. Kelima, untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai jual.
  6. Ke-enam, untuk meningkatkan penampilan dan estetika barang.

Ke-enam tujuan dilakukannya finishing ini akan membantu memastikan hasil akhir finishing yang dilakukan. Baik dari segi material yang akan digunakan, konsep yang dibuat, dan bahkan cara aplikasi yang akan dilakukan.

Sedangkan jika dilihat dari segi fungsinya, proses finishing penting dilakukan untuk memberikan perlindungan (proteksi) terhadap substrat di bawahnya, sehingga fungsi produk lebih maksimal, lebih awet dan lebih kuat. Selain itu, proses finishing juga berfungsi untuk memberikan serta menambah nilai estetika sehingga barang yang difinishing memiliki penampilan yang lebih menarik dan disukai.

Nah, jika dilihat dari sisi tujuan dan fungsinya, sangat penting untuk memastikan proses finishing dilakukan dengan benar. Agar tercapai tujuan dan fungsi proses finishing tersebut dilakukan. Jika tidak, gagal finishing bisa terjadi.

Memilih Bahan Finishing yang Tepat Untuk Pintu Berbahan Kayu

cat pintu water based

Selain harus memastikan proses finishing dilakukan dengan tepat, ada hal lain yang cukup krusial untuk dilakukan. Yaitu memilih bahan finishing yang tepat. Secara umum, bahan finishing dibedakan dalam empat kategori fungsi, yaitu base coat, main coat, coloring, top coat.

Base coat difungsikan sebagai lapisan dasar. Berikut sifat-sifat teknis yang dibutuhkan pada base coat :
 Memiliki Daya rekat tinggi
 Efektif memperbaiki tekstur
 Mampu memperbaiki warna substrat (sesuai kebutuhan).
 Mudah diamplas (good sanding performance)

Sedangkan main coat merupakan lapisan utama. Sifat-sifat teknis yang dibutuhkan pada main coat :
 Daya koreksi dan proteksi tinggi
 Daya rekat tinggi
 Efektif membangun lapisan film
 Daya kerataan tinggi
 Daya tutup warna tinggi
 Mudah diamplas

Top coat difungsikan sebagai lapisan pelindung akhir terhadap cuaca, cahaya, mekanik, mikro organisme. Top coat juga merupakan penentu tampilan akhir dari finishing, baik dari sisi tingkat glossy maupun clarity-nya.

Memilih bahan finishing yang tepat dari keseluruhan proses finishing, baik untuk tahapan base coat, main coat, coloring dan top coat akan sangat membantu menghasilkan hasil finishing sesuai fungsi dan tujuan finishing. Tentu saja pemilihan bahan finishing sangat tergantung step yang akan dilakukan berdasarkan konsep produk yang akan difinishing. Produk heavy duty tentu saja membutuhkan jenis bahan finishing yang berbeda dibanding produk dengan pemakaian standar.

Cat Kayu Untuk Pintu Interior dan Eksterior, Biovarnish

cat kayu untuk pintu

Ada banyak merk cat yang sering digunakan untuk finishing pintu. Ada yang berbasis solvent based, ada yang water based. Salah satu merk cat kayu water based yang saat ini banyak digunakan di industri furniture, handicraft maupun building adalah cat Biovarnish.

Biovarnish merupakan cat kayu water based untuk kebutuhan finishing interior dan eksterior. Biovarnish mudah diaplikasikan, baik dengan cara dikuas dan maupun disemprot. Produk ini hadir dengan lima keunggulan utama, yaitu lengkap, aman, mudah, cepat, hemat.

Plitur kayu water based ini hadir dalam varian produk yang sangat lengkap untuk menciptakan berbagai model finishing kayu. Mulai dari wood filler, sanding sealer, wood stain (pasta), liquid stain, glaze, dan clear coat. Wood stain dan liquid stain tersedia dalam 20 varian warna yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Menariknya adalah, cat kayu ini sudah diformulasikan untuk kebutuhan di indoor maupun outdoor. Jadi, kita bisa menggunakan Biovarnish baik untuk pintu kamar maupun pintu area outdoor.

Produk cat water based ini juga terbukti aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Karena diformulasikan sesuai standar sertifikasi keamanan bahan finishing kayu internasional (EU-REACH Regulation dan FDA 21 CFR 175.300) USA. Plitur water based ini juga bebas racun (non-toxic) dan tidak berbau (very low VOC).

Cat ramah lingkungan ini bisa diaplikasikan dengan cara dikuas maupun disemprot dengan sangat mudah, halus dan rata (good self-levelling & no-sagging). Meskipun hanya dengan pengencer air (water based), produk ini juga cepat kering seperti halnya produk solvent based. Bahkan memungkinkan untuk diaplikasikan di malam hari, namun relatif tidak beresiko ngabut (hazy).

Biovarnish series tidak membutuhkan minyak atau thinner sebagai pelarut. Cukup menggunakan air untuk mendapatkan daya sebar lebih luas. Sehingga bisa membantu menekan biaya produksi. Atau dengan kata lain lebih hemat biaya produksinya.

Cara Mudah Aplikasi Biovarnish, Plitur Kayu Water Based Yang Aman dan Tidak Bau

Agar hasilnya memuaskan, untuk mengerjakam finishing kusen, pintu, jendela kayu dengan bahan cat kayu Biovarnish perlu dilakukan dengan cara-cara yang benar. Kesalahan dalam melakukan pekerjaan ini akan mengakibatkan resiko cacat finishing. Misalnya, hasil pengecatan tidak rata, tidak rapi, dust spary, brush mark, dalam jangka waktu tertentu cat akan retak-retak dan mengelupas.

Pekerjaan finishing cat kusen, pintu dan jendela kayu yang akan dibahas di sini adalah pengecatan bidang pintu kayu baru (bukan refinish). Untuk pekerjaan finishing pintu berbahan kayu memerlukan peralatan kerja dan bahan sebagai berikut :

Peralatan Kerja

  1. Kuas spon 2 inchi dan 4 inchi. Kuas kayu yang kecil berguna untuk bidang cat yang kecil seperti pinggiran kaca jendela dan lis. Kuas ukuran 2 inchi untuk mengecat bidang kusen. Kuas yang berukuran 4 inchi untuk mengecat bidang yang lebar, seperti daun pintu.
  2. Kape/pisau scrape gunanya untuk meratakan wood filler ke permukaan kayu.
  3. Kain bal, kain politur. Kain ini berfungsi untuk mengelap dan membersihkan selama proses pengecatan.
  4. Kertas amplas no 180, 270, 320, 400

Bahan Material

  1. Wood Filler Biovarnish . Pilih mau warna jati atau ramin.
  2. Wood Stain Biovarnish . Pilih warna sesuai konsep finishing yang akan dihasilkan.
  3. Clear Coat Biovarnish . Tersedia dalam dua tingkat glossy, yaitu gloss dan matte.

Langkah-Langkah Mengerjakan

  1. Bersihkan media kayu yang akan dicat dari kotoran, minyak. Jika belum diamplas, pastikan untuk diamplas sampai halus.
  2. Tutup cacat kayu dan pori-pori besar dengan wood filler. Jika lubang sekitar 5-10 mm, campur wood filler dengan serbuk kayu. Jika lubang di atas 10 mm, sebaiknya isi dengan dowel, baru aplikasikan wood filler untuk mengisi lubang kecil yang tidak tertutup dowel. Setelah itu amplas habis, hingga yang tersisa adalah yang mengisi pori-pori.
  3. Bersihkan permukaan kayu dari debu bekas amplas menggunakan kain ball politur.
  4. Lakukan pengecatan dengan wood stain yang diencerkan dengan air. Aplikasikan menggunakan kuas halus atau oleskan dengan kain katun bersih ke permukaan media. Tunggu hingga didapatkan kering sentuh (15-20 menit). Ulangi lagi sampai mendapatkan warna yang diharapkan.
  5. Aplikasikan Biovarnish Clear Coat menggunakan kuas spon yang sudah disiapkan. Sesuaikan kuas dengan lebar bidang. Jika perlu, encerkan dengan air. Jangan lupa aduk hingga homogen. Tunggu hingga didapatkan kering sentuh (15-20 menit). Ulangi lagi sampai mendapatkan ketebalan lapisan film dan tingkat glossy yang diharapkan.
  6.  

Pengeringan

Terdapat beberapa istilah di tahap pengeringan yang perlu diperhatikan. Yaitu kering sentuh, kering amplas, kering packing dan kering full curing.

  1. Kering sentuh merupakan waktu yang dibutuhkan agar lapisan coating cukup kering saat disentuh dan tidak menimbulkan marking. Kering sentuh Biovarnish berkisar antara 15-20 menit.
  2. kering amplas merupakan waktu yang dibutuhkan lapisan coating siap untuk diamplas. Kering amplas Biovarnish berkisar antara 30-60 menit.
  3. kering packing merupakan waktu yang dibutuhkan lapisan coating agar siap di-packing. Kering packing Biovarnish berkisar antara 1×24 jam.
  4. full curing merupakan waktu yang dibutuhkan lapisan coating benar-benar kering sempurna dan siap untuk dilakukan uji terhadap hasil finishing. Misalnya uji bonding, uji weathering, dll.

Tiap produk finishing biasanya memiliki catatan tersendiri tentang proses pengeringan yang tercantum di label atau brosur produk. Sebaiknya perhatikan instruksi yang tertera di label produk dalam kemasan.

Perlu diperhatikan pula bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pengeringan, terutama untuk aplikasi cat water based. Seperti kelembaban udara, sirkulasi udara dan fentilasi ruang pengeringan.

Usahakan kelembaban udara di bawah 60%, suhu ruangan, sirkulasi udara cukup dan arah aliran angin searah. Perhatikan pula kondisi ruangan. Pastikan ruangan bersih dari debu.Ke-empat faktor tersebut sangat menentukan waktu dan kualitas hasil finishing.

Itulah beberapa hal yang perlu kita perhatikan dan perlu dilakukan saat melakukan proses finishing pintu. Jeli memilih cat kayu untuk pintu akan membantu menghasilkan hasil finishing sesuai tujuan yang diharapkan. Selamat berkarya, pastikan menggunakan bahan finishing yang sesuai tujuan dan fungsi finishing. Dan tentu saja yang aman bagi aplikator maupun lingkungan sekitar.

 

 

Artikel ini mendapat rating 5 bintang dari total 417 orang responden
%d bloggers like this: