Water Based Paint VS Solvent Based Paint

Thiner merupakan campuran senyawa kimia organik yg umumnya berasal dari turunan minyak bumi: metanol, toluen, aseton, butil asetat, MEK, dll. Dan kesemuanya itu merupakan sumber emisi dan salah satu pemicu global warming sekarang ini. Dalam hal ini kami akan membandingkan water based paint VS solvent based paint.

Thiner kita ketahui sebagai zat atau senyawa kimia yang biasa digunakan untuk campuran cat. Thiner cenderung memiliki ukuran partikel yang lebih kecil dibanding partikel air, sehingga bahan ini sangat mudah menguap dan terbakar. Uapnya merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca yang menyebabkan global warming makin parah. Selain itu, bahan yang mudah terbakar selalu mengancam setiap orang di sekitarnya akan bahaya kebakaran. Dan sering kita dengar berita di televisi tentang musibah kebakaran yang melanda pabrik cat atau perusahaan yang menggunakan thiner sebagai bahan campuran utama proses pengecatan.

Selain dua bahaya di atas , thiner juga sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh anda. Bayangkan bila uapnya terus menerus dihirup oleh manusia, bisa terjadi gangguan kesehatan yang kompleks oleh si pengguna, seperti ganggunan pernafasan, gangguan pendengaran, bahkan kalau fatal bisa menyebabkan gangguan otak.

Maka dari itu, dewasa ini para ilmuwan atau peneliti berlomba-lomba mengembangkan cat yang berbasis air, atau biasa disebut water based paint. Cat ini digadang-gadang sebagai cat masa depan yang sangat ramah lingkungan dan aman bagi tubuh manusia. Dari segi biaya pun juga lebih hemat, yang biasa memakai thiner, mereka harus membelinya dulu. Lain halnya dengan water based paint, campuran cat hanya menggunakan air dan bisa kita peroleh secara gratis. Hal ini akan sangat menghemat biaya pengecatan dan secara langsung tidak meracuni manusia itu sendiri.

Nah, sekarang semuanya tergantung pilihan anda, akankah terus menggunakan solvent based paint dengan segala efek negatif yang ada serta biaya yang tidak murah, atau menggunakan water based paint yang aman dan ramah lingkungan serta biaya yang murah. Life is a choice, semua tergantung anda.

Artikel ini mendapat rating 5 bintang dari total 427 orang responden
%d bloggers like this: