Regulasi Keamanan Cat terhadap Lingkungan yang Memprihatinkan - Bioindustries

Regulasi Keamanan Cat terhadap Lingkungan yang Memprihatinkan

Produk cat yang beredar di pasaran seringkali mengandung zat berbahaya. Sayangnya, belum ada regulasi keamanan cat terhadap lingkungan di Indonesia.

Produk cat yang beredar di pasaran seringkali mengandung zat berbahaya. Sayangnya, belum ada regulasi keamanan cat terhadap lingkungan di Indonesia.

Seiring dengan kemajuan zaman, kesadaran mengenai masalah kelestarian lingkungan semakin mendapat tempat, tak terkecuali masalah regulasi keamanan cat terhadap lingkungan. Sebagai produk yang hampir selalu digunakan, cat memang tidak lepas dari sorotan keamanannya terhadap alam. Sifat destruktif cat sendiri biasanya terkait dengan kandungannya yang terdiri dari logam berat dan senyawa organik mudah menguap (VOC).

Efek Bahaya Cat terhadap Lingkungan dan Minimnya Regulasi Terkait

Cat minyak dengan kandungan VOC (Volatil Organic Compounds) atau senyawa organik mudah menguap yang tinggi dapat membahayakan lingkungan. Begitu pula kadar logam berat yang tinggi. Timbal dan merkuri yang menguap dari cat akan meracuni berbagai organisme sehingga merusak ekosistem. Selain itu, residu cat yang berpelarut minyak juga sulit terurai.

Sayangnya, meskipun efek cat berpotensi membahayakan lingkungan, namun regulasi keamanan cat terhadap lingkungan masih sangat minim, bahkan tidak ada di Indonesia. Hanya terdapat beberapa regulasi yang mengatur kandungan-kandungan membahayakan seperti timbal pada kasus tertentu, misalnya Keputusan Menteri PU No. 441/KPTS/1998 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung yang di dalamnya memuat regulasi mengenai batas aman kadar timbal. Hal ini tentu bukan berita yang baik untuk para konsumen di Indonesia. Namun, atas kesadaran sendiri dan dengan memperhatikan tren kesadaran lingkungan yang semakin mendapat tempat, banyak produsen cat yang kemudian berusaha memenuhi standar yang dikeluarkan pihak-pihak luar yang kredibel seperti US-EPA dan ECHA.

US-EPA atau United States Environmental Protection Agency (US-EPA)

US-EPA merupakan lembaga pemerintah federal Amerika Serikat yang memiliki fungsi untuk melindungi warga masyarakat dan lingkungan. Regulasi dari EPA mengenai cat berupa US-EPA Paint VOC regulation number 8. Pada aturan ini, dibatasi kandungan senyawa organik mudah menguap atau Volatile Organic Compounds (VOC), bahan perwarna, coating, dan lain-lain.

ECHA atau European Chemical Agency (ECHA) Reach Regulation

ECHA regulation adalah peraturan yang diterbitkan Komisi Pengawas Bahan Kimia Uni Eropa. Regulasi dari ECHA meliputi peraturan mengenai dampak bahaya bahan kimia terhadap alam. ECHA juga membantu berbagai perusahaan untuk memenuhi syarat standar regulasi keamanan produknya untuk lingkungan, meningkatkan kompetisi para produsen cat, dan menyediakan informasi mengenai bahan kimia dan permasalahannya. ECHA bahkan telah menerbitkan data 82 jenis bahan kimia penyebab gangguan kesehatan dan lingkungan sejak tahun 2011 dan terus berkembang hingga sekarang.

Menyiasati Minimnya Regulasi Keamanan Cat dengan Memilih Cat Bersertifikat EPA dan ECHA

Kesadaran mengenai kelestarian lingkungan dan tanggung jawab untuk hal tersebut seyogyanya dimiliki oleh setiap warga dunia. Hal-hal kecil seperti memilih cat ramah lingkungan bisa dilakukan untuk menekan kerusakan alam lebih jauh. Dikarenakan minimnya regulasi keamanan cat di Indonesia, konsumen dapat memanfaatkan pemberian sertifikat dari EPA maupun ECHA. Kedua lembaga tersebut sangat kredibel dan dapat dijadikan acuan yang terpercaya.

Bioindustries adalah salah satu perusahaan yang memiliki fokus untuk menyediakan produk-produk cat yang ramah lingkungan. Berbagai produk Bioindustries seperti cat kayu dan besi OrchidĀ® cat kayu besi, cat alumunium OrchidĀ® Aloycoat, cat tembok BioPaintĀ® Facade, atau cat kayu Biocolours Wood Coating menawarkan kualitas cat ramah lingkungan yang mendapat sertifikat pengakuan dari EPA maupun ECHA. Memilih cat ini di antara berbagai produk cat tak ramah lingkungan lainnya, sama saja dengan berkontribusi positif di tengah kondisi minimnya regulasi keamanan cat terhadap lingkungan seperti sekarang ini.

.

Artikel ini mendapat rating 4 bintang dari total 234 orang responden
%d bloggers like this: