Mengenal Jamur Dinding Rumah dan Bangunan - Bioindustries

Mengenal Jamur Dinding Rumah dan Bangunan

Jamur dinding rumah dan bangunan seringkali menyebabkan gangguan yang tidak mengenakkan.  Spesies jamur sendiri pada dasarnya memiliki karakter tersendiri yang berbeda dibanding organisme lainnya. Mengenal karakter jamur penting dilakukan untuk menghindari serangan pada dinding rumah dan bangunan serta akibatnya pada kesehatan kita. 

Jamur merupakan salah satu kingdom dalam klasifikasi makhluk hidup.

Jamur merupakan salah satu kingdom dalam klasifikasi makhluk hidup.

Apa Itu Jamur dan Apa Manfaatnya Bagi Kehidupan Manusia?

Jamur merupakan salah satu kingdom dalam klasifikasi makhluk hidup. Organisme ini memiliki memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Hidup saprofit atau parasit
  • Uniseluler atau multiseluler
  • Terdiri atas hifa
  • Memiliki dinding sel berupa kitin

Organisme ini telah lama dimanfaatkan oleh manusia. Di Indonesia, organisme ini banyak digunakan dalam produksi makanan, seperti tempe, tape, dan camilan berupa keripik jamur. Selain itu, fungi juga sering dimanfaatkan dalam bidang pengobatan. Penisilin yang merupakan salah satu spesies fungi telah lama diketahui fungsinya sebagai antibiotik sejak ditemukan Fleming pada tahun 1928. Sebelum masa tersebut, seringkali terjadi kematian akibat infeksi yang sebenarnya tidak terlalu parah.

Gangguan Akibat Jamur pada Berbagai Produk Manusia

Selain bisa dimanfaatkan dalam banyak hal, beberapa spesies ini juga diketahui bisa menyebabkan gangguan bagi kehidupan manusia. Produk-produk seperti furniture kayu hingga dinding  adalah dua contoh produk buatan manusia yang sangat rentan terkena serangan jamur. Serangan jamur dinding rumah dan bangunan bukan hanya menyebabkan tampilan produk menjadi buruk. Akan tetapi, keberadaan jamur secara sistematis akan menyebabkan kerusakan fungsional. Fungi akan membuat lingkungan tembok/furniture lembab sehingga memungkinkan berbagai serangga dan mikroorganisme datang dan bersarang.

Jamur Dinding Rumah dan Bangunan penyebab Sick Building Syndrome

Secara tidak langsung, keberadaan jamur pada berbagai produk buatan manusia yang ditempatkan dalam suatu ruangan berkontribusi dengan fenomena sick building syndrome. Sindrom ini dapat diartikan sebagai sindrom akibat gangguan rumah yang tidak sehat. Salah satu penyebab lingkungan rumah tidak sehat adalah keberadaan jamur yang tidak sedikit.

Jamur di dalam lingkungan indoor ataupun outdoor bisa menghasilkan alergen yang bisa menyebabkan reaksi alergi, iritan, hingga mikotoksin yang sifatnya toksik (beracun). Efek yang didapatkan akibat paparan jamur antara lain mata merah, dermatitis, bersin-bersin, asma, hingga iritasi pada berbagai organ tubuh seperti tenggorokan, kulit, dan paru-paru.

Efek di atas akan memberikan dampak yang lebih membahayakan pada anak-anak. Perilaku anak-anak yang kurang hati-hati, sistem pertahanan tubuh yang belum terlalu baik, hingga tubuhnya yang masih kecil menyebabkan paparan jamur dengan kadar yang sama menyebabkan dampak yang lebih besar dibanding pada orang dewasa.

Menghindari Serangan Jamur Dinding Rumah dan Bangunan

Keberadaan jamur dinding rumah dan bangunan bisa diminimalisir dengan memilih cat yang bisa mempertahankan produk dari serangan organisme ini. Pemilihan cat yang berkualitas pada tembok atau furniture kayu bisa mencegah tumbuhnya jamur dan berbagai organisme yang lainnya. Cat dengan kualitas yang baik untuk menangkal jamur adalah cat yang bisa menutup permukaan media dengan rapat dan fleksibel/lentur. Kelenturan cat akan membuat cat tidak mudah rusak bahkan saat media memuai. Sebaiknya kita juga melakukan perawatan secara rutin untuk meminimalisir kemunculan jamur. Pada produk-produk furniture, kita bisa mengoleskan semir kayu (polishing kayu) dengan kandungan anti jamur secara rutin. Namun demikian, kita juga harus memastikan semua produk yang digunakan tersebut aman. Sebab, penggunaan produk tidak aman seperti pemakaian cat berbasis minyak (solvent) malah akan menyebabkan sick building syndrom karena paparan zat membahayakan. Pilihlah produk-produk cat water based (berpelarut air) yang telah mendapatkan sertifikat pengakuan aman dari lembaga yang terpercaya.

Artikel ini mendapat rating 5 bintang dari total 373 orang responden
%d bloggers like this: