Mengatasi Kutu Bubuk Pada Furniture Berbahan Bambu - Bioindustries

Mengatasi Kutu Bubuk Pada Furniture Berbahan Bambu

Mengatasi kutu bubuk pada bambu membutuhkan proses yang tidak sederhana. Kutu bubuk merupakan serangga yang mudah berhabitat pada substrate bambu. Hal ini disebabkan karena nutrisi yang banyak terkandung di dalam substrat bambu.

mengatasi kutu bubuk

Bambu merupakan salah satu bahan yang sering digunakan untuk furniture dan perabot rumah tangga, karena keberadaannya yang mudah didapatkan. Bahkan, masyarakat kita seringkali menggunakan bambu sebagai alternatif pengganti kayu. Namun pada kenyataannya, penggunaan bambu seringkali kurang efektif. Hal ini terkait dengan sifat dasar bambu yang rentan dengan serangan serangga, baik dari saat produksi atau setelah proses produksi.

Salah satu serangga yang rentan menimbulkan kerusakan pada bambu adalah kutu bubuk. Untuk mengatasi kutu bubuk sebenarnya proses yang dibutuhkan tidak begitu sulit namun butuh waktu yang cukup lama. Bambu yang memiliki kadar air yang relatif tinggi sangat rawan terhadap serangan kutu bubuk. Hal ini sangat mempengaruhi kualitas bambu, apalagi jika bambu digunakan sebagai perabotan rumah tangga. Oleh karena itu, perlu dilakukan proses pengawetan bambu yang efektif sebelum bambu dimanfaatkan, tentu saja dengan proses pengawetan yang aman bagi manusia dan ramah bagi lingkungan.

Mengenal Jenis Serangga Penyerang Bambu

Bambu yang memiliki kadar air yang tinggi membuka peluang terhadap munculnya serangan serangga, karena kandungan nutrisi dalam bambu merupakan makanan bagi serangga sekaligus menjadi tempat habitat serangga tersebut. Banyak dijumpai perabotan yang menggunakan bambu, biasanya dalam jangka waktu yang lama akan mengeluarkan bubuk-bubuk kuning serta terdapat lubang-lubang kecil (pin hole. Hal ini disebabkan oleh munculnya kutu bubuk yang berada di dalam bambu.

Kutu bubuk yang berada di dalam bambu tentu akan menjadikan bambu cepat rapuh, sehingga sangat diperlukan obat pelindung untuk mengantisipasi adanya pin hole. Kumbang yang menyerang pada bambu terdapat dua jenis, yaitu kumbang yang menyerang bambu basah dan kumbang yang menyerang bambu kering.

Jenis kumbang bambu basah justru akan menyerang ketika masih dalam pohon, karena kandungan nutrisi pada substrate bambu masih tinggi. Jenis kumbang ini akan mati jika bambu mengering. Sedangkan kumbang bambu kering justru sebaliknya. Oleh karena itu, ketika memilih bambu sebagai bahan furniture atau perabotan rumah tangga, sebaiknya menghindari bambu yang sudah terdapat pin hole dan tidak pula memilih bambu yang terlalu basah atau kering.

Teknik Mengatasi Kutu Bubuk pada Bambu

kutu bubuk bambu

Untuk mengatasi kutu bubuk yang muncul pada bambu, secara umum kita mengenal beberapa teknik. Berikut beberapa teknik yang sering digunakan dalam proses pengawetan bambu:

Mempengaruhi Kimia-Fisika Substrate Bambu

Cara ini dilakukan dengan menurunkan kandungan nutrisi yang terdapat pada substrate bambu. Adapun teknik yang digunakan adalah perendaman air mengalir, perendaman air garam, perebusan dan pengasapan. Teknik ini relatif murah untuk dilakukan. Dengan menurunkn kandungan  nutrisi pada substrate bambu diharapkan mampu mengurangi faktor terserang kumbang bambu. Kelemahan penggunaan teknik ini adalah waktu yang diperlukan cukup lama.

Insecticide Injection

Metode ini dilakukan dengan penyuntikan bahan kimia anti insekta (insecticide) ke dalam substrate bambu sehingga menjadikan substrate tersebut dihindari oleh serangga atau kumbang bambu. Namun dalam prosesnya, penggunaan insecticide injection ini memakan biaya yang cukup mahal, baik secara investasi maupun biaya operasionalnya.

Lapisan Insecticide Permukaan

Untuk mengatasi kelemahan pada teknik-teknik di atas, maka dikembangkan teknik Lapisan Insecticide Permukaan. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan Insecticide untuk pelindung permukaan substrate dengan memanfaatkan pin hole dan siklus hidup kumbang bubuk bambu.

Sistem LIP pada prinsipnya dilakukan dengan membuat lapisan insecticide racun kontak pada permukaan dari substrat bambu. Lapisan ini akan mencegah serangan serangga yang ingin masuk ke dalam substrat bambu. Karena serangga yang menyentuh permukaan bambu yang beracun tersebut akan mati sebelum bertelur. Jika pun terlanjur bertelur, larva akan mati sebelum berkembang.

Itulah beberapa metode yang bisa digunakan dalam proses pengawetan bambu. Yang perlu diingat, untuk mengatasi kutu bubuk dan jenis serangga penyerang bambu lainnya, sebaiknya menggunakan insecticide yang ramah lingkungan dan aman bagi aplikator, seperti halnya produk wood insecticide dari Bio Industries, yaitu BioCide anti serangga. Bio Industries adalah pelopor manufaktur produk ramah lingkungan. Produk-produk Bio Industries relatif lebih aman dan ramah lingkungan, sehingga mampu mengurangi dampak negatif, baik terhadap aplikator maupun bagi lingkungan sekitar.

Artikel ini mendapat rating 4 bintang dari total 376 orang responden
%d bloggers like this: