Kenali Kandungan Beracun dalam Cat Sangkar! - Bioindustries

Kenali Kandungan Beracun dalam Cat Sangkar!

Kenali jenis-jenis kandungan beracun dalam cat sangkar! Beberapa produk cat untuk sangkar di pasaran memang harus diwaspadai kandungan toksiknya. Namun, jenis kandungan toksik yang terdapat dalam cat sangkar sendiri berbeda-beda. Apa sajakah itu?

penggemar burung peliharaan harus waspada dengan kandungan beracun dalam cat sangkar.

Penggemar burung peliharaan harus waspada dengan kandungan beracun dalam cat sangkar.

Memperhatikan keamanan cat sangkar untuk burung peliharaan seyogyanya menjadi hal yang dipentingkan bagi mereka yang memiliki kecintaan pada hewan tersebut. Sebab, aplikasi cat sangkar kadang malah membahayakan burung peliharaan. Efek yang ditimbulkan memang tak selalu terlihat secara langsung. Seringkali kandungan toksik cat sangkar menjadi silent killer yang baru mempengaruhi kesehatan burung dalam jangka waktu yang lama. Namun, kadang paparan yang intens juga bisa menimbulkan gejala jangka pendek. Ini biasanya terjadi pada cat-cat yang baru diaplikasikan. Karenanya, banyak pakar burung yang menyarankan agar sangkar yang baru dicat tidak segera digunakan untuk burung. Om Duto, pakar burung dari komunitas berkicau.com, menyebutkan bahwa sangkar yang baru dicat sebaiknya diangin-anginkan dulu hingga aroma menyengatnya hilang. Sayangnya, langkah ini malah akan menyebabkan estetika sangkar burung berkurang jauh.

Dua Kandungan Beracun dalam Cat Sangkar

Jenis kandungan toksik dalam cat sendiri beranekaragam. Setidaknya, terdapat dua jenis kandungan beracun dalam cat sangkar yang harus Anda waspadai:

  1. Logam Berat

Logam berat adalah logam yang memiliki massa jenis lebih dari 5 g/cm3. Jenis logam seperti ini biasanya bersifat toksik dalam jumlah yang relatif rendah dibanding jenis unsur atau senyawa lainnya. Jenis logam berat yang hingga kini masih ditemukan umum dalam cat adalah timbal. Sebuah penelitian yang dilakukan BaliFokus pada tahun 2015 berhasil mengungkap bahwa banyak cat di Indonesia yang masih mengandung timbal di atas batas aman atau di atas 90 ppm. Penemuan ini jelas harus Anda waspadai. Pada manusia saja, timbal bisa menyebabkan karusakan fatal, apalagi pada burung yang tubuhnya jauh lebih kecil. Pada paparan jangka pendek yang intens, timbal bisa menyebabkan burung peliharaan tiba-tiba berhenti berkicau dan tampak lemah. Bila paparannya ekstrim, burung Anda pun tak lepas dari resiko mati akibat logam ini. Sedangkan pada paparan jangka panjang, timbal akan menyebabkan kerusakan organ secara perlahan-lahan. Ia merupakan silent killer yang membuat burung peliharaan semakin menurun performanya pada waktu yang belum seharusnya.

  1. VOC

VOC (Volatile Organic Compouds) secara harfiah bisa diartikan sebagai senyawa organik mudah menguap. VOC merupakan kandungan alami yang terdapat dalam pelarut solvent seperti thinner dan spiritus. Efek VOC sendiri bermacam-macam. Pada paparan jangka panjang, ia juga bisa membuat kerusakan organ hingga kanker. Contoh senyawa yang termasuk dalam golongan VOC adalah formalin.

Golongan cat yang biasanya memiliki kandungan beracun dalam cat sangkar di atas adalah cat solvent based. Cat solvent based adalah cat yang menggunakan thinner dan spiritus sebagai pelarutnya. Di Indonesia, penggunaan cat solvent based masih sangat mendominasi. Padahal di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan kelompok negara-negara Uni Eropa, peminat cat solvent based sudah banyak menurun. Sebabai gantinya, masyarakat lebih memilih menggunakan cat berbasis air atau water based yang lulus standar keamanan yang ditetapkan.

Orchid water based metal paint.

Orchid water based metal paint.

Gunakan Biocolours Water Based Coating dan Orchid Water Based Metal Paint

Untuk menghindari kandungan beracun dalam cat sangkar golongan solvent based, gunakanlah cat water based Biocolours dan Orchid. Gunakan Biocolours Water Based Coating untuk sangkar burung dari kayu dan Orchid water based metal paint untuk cat sangkar dari metal. Keduanya selain relatif lebih aman karena merupakan cat water based, juga telah diformulasikan secara khusus sesuai standar keamanan ECHA Reach Regulation dari Eropa dan EPA dari Amerika Serikat. Kesesuaian keduanya dengan ECHA maupun EPA bisa dibuktikan dengan sertifikat dari lembaga TUV Reinland German dan Boureu Veritas Finlandia.

Artikel ini mendapat rating 3 bintang dari total 474 orang responden
%d bloggers like this: