Jenis Zat Beracun pada Cat Sangkar dan Efeknya - Bioindustries

Jenis Zat Beracun pada Cat Sangkar dan Efeknya

Terdapat berbagai jenis zat beracun pada cat sangkar yang harus diwaspadai efek yang ditimbulkannya. Berbagai jenis zat beracun tersebut bisa membuat burung mengalami disorientasi hingga penurunan jumlah telur yang diproduksi.

Waspadai berbagai jenis zat beracun pada cat sangkar!

Waspadai berbagai jenis zat beracun pada cat sangkar!

Pemilihan sangkar untuk burung peliharaan tidak seyogyanya dilakukan dengan sembarangan. Sebab, hingga hari ini masih banyak produk cat untuk sangkar burung yang bersifat toksik. Efek yang ditimbulkan memang kadang tak begitu terlihat, Selain terjadi dalam jangka panjang, efek tersebut juga jarang diduga disebabkan oleh cat. Padahal, beberapa studi seperti yang dilakukan Peter Sakas jelas-jelas menunjukkan penurunan kualitas hidup burung akibat paparan timbal dan zink akibat sangkar yang tidak aman.

Di antara berbagai senyawa toksik dalam cat, dua unsur/senyawa yang paling banyak ditemukan adalah timbal dan senyawa organik mudah menguap. Keduanya masuk ke dalam tubuh burung lewat berbagai cara, misalnya dari patukan burung. Efek yang ditimbulkan pun berbeda-beda meskipun sama-sama membahayakan.Berikut ini jenis zat beracun pada cat sangkar dan efek yang ditimbulkannya

2 Jenis Zat Beracun pada Cat Sangkar dan Efeknya: Kasus Timbal dan VOC

  1. Timbal

Timbal adalah salah satu jenis zat banyak terdapat pada cat-cat yang dipasarkan di Indonesia. Hal ini setidaknya yang diungkap oleh penelitian dari BaliFokus. Penelitian yang dilakukan tahun 2015 tersebut mengungkap banyaknya cat yang masih mengandung timbal pada batas membahayakan. Padahal, logam berat ini telah ditemukan sangat membahayakan bagi organisme. Pada manusia, paparan timbal bisa menyebabkan disorientasi hingga pusing-pusing, sedangkan pada burung, efek logam berat ini bisa menyebabkan:

  • Penurunan berat badan
  • Lemah
  • Pertumbuhan dan perkembangan yang lambat
  • Kebutaan
  • Disorientasi
  • Penurunan jumlah telur yang diproduksi dan peningkatan kegagalan pengeraman
  1. VOC

VOC (Volatile Organic Compounds) atau senyawa organik mudah menguap adalah kelompok senyawa toksik yang juga berpotensi memberikan efek buruk pada burung. Burung yang terpapar VOC bisa menunjukkan tanda-tanda seperti lemah, frekuensi berkicau menurun, hingga mati keracunan. Efek VOC sendiri biasanya sangat intens ketika cat baru diaplikasikan. Selama masa pengeringan cat hingga beberapa hari setelahnya, VOC akan menguap dan terhirup oleh burung. Menurut Om Duto, pakar burung dari komunitas berkicau.com, sarang yang baru dicat memang harus diangin-anginkan dulu. Bahkan, bila bau menyengat sebagai tanda keberadaan VOC sangat kuat, sangkar harus direndam terlebih dahulu.

Dengan efeknya yang tidak main-main tersebut, seyogyanya Anda memang harus waspada saat memilih cat untuk sangkar burung. Hindarilah cat yang cenderung membahayakan. Pilih merek cat yang sudah terbukti keamanannya dan klaimnya pun bisa dipercaya. Kami merekomendasikan Anda menggunakan cat dari golongan water based, Biocolours wood coating untuk cat sangkar kayu dan Orchid metal paint untuk cat sangkar besi. Keduanya diformulasikan secara khusus mengikuti standar keamanan ECHA Regulation dari Eropa dan EPA dari Amerika Serikat. Selain aman, performa keduanya pun sangat baik, dari segi estetika maupun ketahanan.

Artikel ini mendapat rating 5 bintang dari total 255 orang responden
%d bloggers like this: