Memilih Cat Kayu Anti Brush Mark, Biovarnish

Cacat finishing brush marking sangat mengganggu tampilan hasil finishing. Gunakan cat kayu anti brush mark untuk hasil finishing bebas brush mark.

cacat finishing brush marking bisa diatasi dengan cat kayu anti brush markTampilan furniture yang memiliki brush mark sangat menganggu pemandangan. Tampilan jejak kuas ini akan menimbulkan permasalahan pada hasil finishing.

Terlebih jika Anda telah mengaplikasikannya pada furniture dalam jumlah banyak. Pun bagi Anda yang melakukan finishing untuk furniture pribadi. Sangat dibutuhkan cat kayu anti brush mark untuk mengatasinya.

Brush mark merupakan cacat finishing yang disebabkan bekas sapuan kuas yang kurang halus atau bekas penggunaan kertas amplas berukuran besar yang menimbulkan bekas pada hasil finishing. Brush mark akan merusak tampilan hasil finishing. Kecuali memang Anda menginginkan konsep tersebut menjadi gaya artistik khusus brush mark.

Faktor Penentu Timbulnya Brush Mark Pada Hasil Finishing

Ada banyak faktor pemicu timbulnya brush mark pada hasil finishing. Apa saja faktor yang menimbulkan brush mark ini? Berikut beberapa penyebab brush mark yang perlu diwaspadai:

  • Pengecatan terlalu tebal

Faktor pertama ini paling sering dilakukan oleh pemula di bidang finishing. Karena ingin mendapatkan hasil yang rata dan lapisan film yang berwarna maka pengecatan akhirnya terlalu tebal. Brush mark akan muncul jika Anda terlalu tebal saat mengecat. Bahkan cat yang terlalu banyak dalam satu bidang akan menimbulkan efek seperti aliran.

  • Pengecatan setengah kering

Bisa saja Anda mengulangi pengecatan tanpa mengecek terlebih dahulu apakah cat sudah kering benar atau belum. Namun, hal ini bisa menyebabkan munculnya brush mark. Jika lapisan cat masih setengah kering maka akan timbul brush mark.

  • Campuran salah

Penyebab ketiga adalah salah dalam mencampur cat dengan pelarut. Komposisi pencampuran yang tidak pas bisa memicu munculnya brush mark. Jika terlalu encer cat akan mudah mengalir sedangkan cat yang terlalu pekat akan sulit untuk diaplikasikan. Pastikan untuk mencoba aplikasi pada media kayu lainnya sebelum diaplikasikan pada produk yang mau di-finishing.

  • Jenis kuas

Pengetahuan jenis kuas ini sangat penting. Jangan menggunakan kuas bekas yang sudah kering atau kaku, bisa saja kuas akan rontok dan menempel pada saat mengecat. Kuas juga bisa saja menggumpal ketika diaplikasikan. Anda harus mengenali berbagai jenis kuas yang mendukung proses finishing dengan baik. Karena ada banyak jenis kuas yang bisa sangat meringankan pekerjaan Anda dalam proses finishing.

  • Formula cat tidak dapat mengalir dengan baik

Dari sekian alasan utama mengapa timbulnya brush mark, faktor formula dari cat sangat besar pengaruhnya. Jika Anda membeli cat dengan harga murah maka dipastikan cat tidak dapat mengalir dengan baik ketika diaplikasikan. Masalah ini akan memperbesar kemungkinan timbulnya brush mark.

Permasalahan di atas harus Anda atasi baik sebelum proses finishing maupun pada saat Anda akan melakukan re-coating. Selalu cermati proses finishing agar tidak timbul brush mark dan menurunkan hasil finishing.

Mengatasi Brush Mark Pada Furniture Dengan Cat Kayu Anti Brush Mark

Apakah Anda sedang merencanakan finishing pada furniture dengan warna natural tetapi takut dengan hasil brush mark? Ikuti cara finishing bebas brush mark berikut dengan memanfaatkan produk Biovarnish. Salah satu produk finishing yang bebas brush mark untuk finishing warna natural adalah Biovarnish. Produk Biovarnish ini  diciptakan untuk finishing dengan tarikan kuas ringan sehingga tidak menimbukan brush mark.

cat kayu anti brush mark biovarnishBahan yang disiapkan:

  • Cat kayu Biovarnish (Biovarnish Wood Filler, Biovarnish Wood Stain, Biovarnish Clear Coat)
  • Air bersih
  • Gelas plastik
  • Kuas ukuran 3 inci yang halus, berbahan nylon dan baru
  • Amplas alumunium oxide no. 240 dan 400
  • Kain katun bersih dan kering

Cara aplikasi:

  1. Pastikan media kayu bersih dan kering dengan MC kayu 12%
  2. Aplikasikan Biovarnish Wood Filler dengan pisau pallet ke seluruh permukaan kayu dan tunggu kering. Amplas dengan kertas amplas no. 240. Hingga halus dan serat kayu terlihat.
  3. Campurkan Biovarnish Wood Stain dengan air perbandingan 4 : 1. Perbandingan harus pas agar tidak muncul brush mark. Aduk campuran dalam gelas plastik hingga rata. Aplikasikan dengan kuas searah serat kayu, jangan lakukan pengulangan jika cat sebelum kering.
  4. Tunggu kering tanpa dijemur pada panas matahari kemudian amplas dengan kertas amplas no. 400. Ulangi penguasan jika warna dirasa kurang sesuai.
  5. Untuk lapsian terakhir adalah Biovarnish Clear Coat yang sudah dicampur dengan air perbandingan 4 bahan : 1 air. Aduk hingga rata sebelum dan selama aplikasi. Kuaskan ke seluruh permukaan kayu hingga rata searah serat kayu. Hati-hati, penguasan silang dari serat kayu akan menimbukan brush mark. Tunggu kering hingga semalaman.

Mengatasi Brush Mark Pada Furniture Yang Sudah Difinishing

Terkadang kita mendapati furniture yang memiliki cacat brush mark sehingga Anda harus melakukan proses recoating. Proses ini tidak perlu diulangi dari awal finishing tetapi cukup dengan menghilangkan bekas brush mark kemudian mengecat kembali. Untuk cara mudahnya ikuti langkah berikut:

  • Amplas seluruh permukaan kayu hingga rata dan bekas brush mark sudah hilang.
  • Lap permukaan hingga tidak ada kotoran atau debu amplas yang masih menempel.
  • Gunakan cat kayu anti brush mark Biovarnish Wood Stain dengan pilihan warna yang sama dengan cat yang sudah menempel pada furniture. Lakukan aplikasi Wood Stain seperti yang telah dijelaskan di atas.
  • Terakhir aplikasikan Biovarnish Clear Coat doff atau gloss.

Cukup mudah bukan mempraktekan pengecatan yang bebas brush mark ini? Anda bisa melakukan finishing sekarang juga dengan berbagai macam pilihan warna dari produk Biovarnish untuk warna natural transparan.

Pentingnya Finishing Bebas Brush Mark 

Bekas brush mark pada furniture tentu akan mengganggu tampilan furniture. Oleh karena itu sangat penting untuk memilih jenis cat yang tidak menimbulkan brush mark saat diaplikasikan.  Jika cat memberikan bekas brush mark maka cat tersebut tidak memenuhi peranan dari bahan finishing yaitu untuk memberikan penampilan atau meningkatkan nilai estetika dan juga melindungi.

Lalu bagaimana Anda harus melalui masalah tersebut? Satu-satunya cara adalah menggunakan produk finishing yang bebas brush mark. Cat kayu water based seperti Biovarnish merupakan jenis cat yang mudah diaplikaskan dibandingkan dengan cat solvent. Cat kayu water based ini hanya membutuhkan bahan pelarut air sehingga tidak akan cepat mengering ketika diaplikasikan. Cat solvent cepat mengering terutama pada suhu panas sehingga Anda harus berhati-hati ketika selesai menguaskan cat pada furniture karena rentan sekali muncul brush mark.

Selain untuk meningkatkan estetika, cat kayu anti brush mark ini juga berfungsi untuk melindungi. Pemberian proteksi ini bukan hanya semata-mata agar tidak mudah tergores saja. Banyak faktor gangguan luar yang mudah sekali datang dan merusak serat kayu. Misalnya saja jamur, rayap, cuaca dll. Masalah tersebutlah yang harus dilindungi dengan baik oleh cat kayu khususnya.

Cat kayu anti brush mark seperti Biovarnish sangat cocok untuk finishing karena selain aman, cat ini juga hasilnya maksimal. Sehingga masalah seperti brush marking bisa dicegah. Jadi, tujuan dari dilakukannya proses finishing bisa tercapai, yaitu untuk meningkatkan proteksi dan aestetika dari media kayu yang difinishing atau dicat. Semoga bermanfaat.

Artikel ini mendapat rating 2 bintang dari total 253 orang responden
%d bloggers like this: