BioPolitur vs Biovarnish - Bioindustries

BioPolitur vs Biovarnish

Bio-Varnish

Politur dan biovarnish merupakan dua teknik aplikasi finishing kayu yang berada dalam satu atap, yaitu metode finishing single layer.

 Saat ini, terdapat beragam jenis teknik aplikasi yang digunakan dalam finishing kayu. Di antaranya adalah politur dan biovarnish. Kedua teknik tersebut termasuk dalam metode aplikasi single layer. Keduanya memiliki kesamaan dalam beberapa hal, misalnya pada kemudahan proses pengerjaannya dan juga pada tampilan akhir yang dihasilkan.

Persamaan yang pertama terletak pada kemudahan proses pengerjaannya. Baik politur maupun biovarnish, proses finishing dari kedua teknik tersebut tidaklah rumit. Hanya berupa aplikasi single layer, yang tidak memerlukan proses pelapisan yang berulang-ulang. Hal ini tentu sangat membantu aplikator dalam proses pengerjaannya.

Persamaan yang kedua terletak pada tampilan akhir yang dihasilkan. Teknik aplikasi politur dan biovarnish memiliki kesamaan sifat, yaitu transparansi warna. Keduanya menampilkan keindahan corak dan juga serat-serat kayu pada raw material yang digunakan. Sehingga kedua teknik tersebut sangat cocok digunakan pada furniture-furniture yang ingin menonjolkan serat-serat kayu yang ada.

Kedua hal tersebut merupakan persamaan yang paling mendasar dari keduanya. Sehingga, dengan adanya persamaan tersebut, politur menjadi pesaing utama bagi biovarnish, dan begitu pula sebaliknya. Biovarnish merupakan pesaing terberat bagi politur dalam metode finishing kayu single layer. Namun demikian, tetap saja ada perbedaan di antara keduanya.

Dilihat dari segi waktu, politur mulai digunakan jauh sebelum biovarnish muncul. Aplikasi ini menggunakan bahan utama yaitu shellac. Bahan tersebut berasal dari resin alam yang dihasilkan oleh serangga tertentu yang hidup pada tumbuhan tertentu pula. Shellac tersedia dalam bentuk kepingan, sehingga kita harus melarutkannya dalam alkohol atau etanol terlebih dahulu sebelum diaplikasikan pada media kayu. Meskipun terdapat pula shellac cair, tetapi shellac jenis ini sangat jarang ada di toko-toko, karena tidak tahan lama.

Biovarnish sendiri merupakan salah satu inovasi yang diciptakan sebagai alternative pilihan dalam metode finishing single layer. Bahan yang digunakan pada biovarnish adalah acrylic dan berbentuk cair. Sehingga kita tidak perlu melarutkan bahan terlebih dahulu sebelum proses aplikasi. Hal ini merupakan nilai lebih dari biovarnish, dibandingkan dengan politur.

Secara efisiensi waktu dan tenaga, biovarnish lebih unggul dari politur. Tetapi pilihan tetap berada di tangan masing-masing konsumen. Mana yang lebih baik menurut anda, itulah pilihan anda. Semua produk memiliki keunggulan masing-masing.

Artikel ini mendapat rating 3 bintang dari total 437 orang responden
%d bloggers like this: