Bersama HDMI, Bioindustries Ikut Mendukung Indonesia Designer Challenge 2016 - Bioindustries

Bersama HDMI, Bioindustries Ikut Mendukung Indonesia Designer Challenge 2016

Sebagai negara dengan kekayaan jenis kayu tinggi, jelas diperlukan wadah khusus bagi anak bangsa untuk berkarya dengan kekayaan alam tersebut. Akan tetapi, seyogyanya aktivitas terkait didasari pemahaman akan pentingnya green design yang mempertahankan kelestarian lingkungan.

Indonesia Designer Challenge 2016

Pimpinan Bioindustries, Bpk. Z. Arifin Wicaksono sedang menyampaikan paparannya pada acara sosialisasi IDC 2016 di Rumah Rempah Solo (12/10).

Mencermati hal tersebut, Bioindustries terdorong ikut serta mendukung acara bergengsi, Indonesia Designer Challenge 2016. Indonesia Designer Challenge (IDC) 2016 pada dasarnya merupakan kegiatan hasil kerjasama Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI), Forest Stewardship Council® (FSC®) Indonesia dan Perum Perhutani.

Sesuai Visi Bioindustries

Sebagai pelopor cat water based dan bahan-bahan kimia ramah lingkungan, acara tersebut sejalan dengan visi dan misi Bioindustries yang selalu mendukung industri wood working hingga furniture ramah lingkungan. Selain itu, sebagai acara yang dikhususkan bagi para desainer muda, acara tersebut sesuai dengan tujuan Bioindustries yang selalu ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

IDC 2016 sendiri dilaksanakan dalam bentuk rangkaian kegiatan sosialisasi, seminar, workshop dan pameran dengan maksud mempromosikan desain furniture ramah lingkungan di kalangan para desainer muda, selain juga sebagai ajang tantangan bagi desainer muda untuk berperan aktif dan menjadi bagian dari upaya mengurangi laju kerusakan dan kehilangan hutan alam di Indonesia.

Pada 12 Oktober 2015, kegiatan sosialisasi dimulai di Rumah Rempah Solo. Pembicara pada acara tersebut antara lain dari Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI), Forest Stewardship Council® (FSC®) Indonesia, Perum Perhutani, dan Bioindustries. Pimpinan Bioindustries, Z. Arifin Wicaksono memaparkan pentingnya mengolahhasil hutan (kayu) menjadi produk / design yang bisa berbicara di pasar dunia. Namun untuk mencapai hal tersebut, jelas diperlukan produk finishing yang ramah lingkungan.

Acara selanjutnya diadakan pada 13 Oktober 2015 di Yogyakarta, tepatnya di Institut Seni Indonesia. Untuk seterusnya dilanjutkan di Surabaya, Bandung, dan Jakarta.Rangkaian kegiatan akan berakhir pada 17 Maret, tanggal akhir pameran IFFINA 2016.

Pada akhir rangkaian acara ini, juga akan diselenggarakan business gathering yang mengundang para pelaku industri dan pembeli dari dalam dan luar negeri. Secara khusus akan disediakan spacebooth yang tujuannya memperkenalkan desainer terpilih Indonesia Designer Challenge 2016 agar dimungkinkan terjadi komunikasi langsung maupun prospek kerjasama antara desainer, pembeli, ataupun para pelaku industri.

Artikel ini mendapat rating 4 bintang dari total 443 orang responden
%d bloggers like this: