Bahaya Cat dan Cara Memilih Cat yang Aman

VOC pada cat berbahayaBahaya Cat perlu menjadi sebuah sosialisasi kepada masyarakat. Selama ini masyarakat hanya menggunakan produk cat tanpa mengetahui zat apa yang terkandung di dalamnya. Taukah Anda dibalik warna cat cantik tersimpan bahaya menakutkan.  Aktivitas mengecat untuk menyegarkan tampilan ruangan menjadi sebuah refreshing menyenangkan. Namun dapatkah Anda rasakan bau pedas menyengat yang muncul sejak kaleng cat dibuka, selama proses pengecatan bahkan sampai beberapa hari setelah selesaipun masih terasa mengganggu? Bahu pedas menyengat ini sebenarnya berasal dari uap gas bahan kimia organik seperti Toluen, Acethone, MEK, Formalin, Mercury dll, serta dari berbagai senyawa kimia lainnya yang menguap selama proses pengeringan cat. Uap gas senyawa kimia organik tersebut biasa disebut volatile organic compounds (VOCs).

Bahaya cat berasal dari gas senyawa kimia berbahaya ini segera memenuhi ruang udara, tanpa sengaja kita terpaksa harus menghirup dan mengkonsumsinya selama kita bernapas di dalam ruangan. Bau pedas ini biasanya sudah tidak tercium lagi setelah beberapa saat kita berada di ruangan tersebut, hal ini dimungkinkan karena memang manusia didesain memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik. Coba kita keluar sejenak untuk menghirup udara segar diluar lalu masuk lagi, bau pedas menyesakkan itu terasa kembali memenuhi paru-paru Anda.

Bahaya cat yang mengandung gas paints VOC content bila dikonsumsi berlebihan dalam jangka pendek dapat menimbulkan gangguan kesehatan ringan seperti gangguan pernapasan, iritasi kelenjar hidung, dan mata hingga sakit kepala ringan.

Dalam berbagai jurnal penelitian, baik yang dilakukan oleh lembaga penelitian maupun lembaga resmi pemerintah di negara maju seperti Environmental Protection Agecy of United State (US-EPA), dalam jangka panjang senyawa gas dari paints VOC content bisa mengganggu sistem saraf dan otak manusia sehingga dapat menurunkan kemampuan daya ingat sampai dengan menimbulkan rasa nyeri persendian, sakit kepala berkepanjangan dll. Bahaya lain yang mungkin ditimbulkan adalah menimbulkan kanker bahkan merusak system pencernaan dan system reproduksi.

Bahaya Cat dengan Paint VOC content terhadap bayi dan anak-anak

Tingkat kerusakan akibat tingginya paint VOC content semakin berbahaya jika terexpose pada ibu hamil, bayi dan anak-anak. Hal ini sangat wajar karena pada janin, bayi dan anak-anak strukture selnya masih terus tumbuh dan berkembang cepat. Hasilnya, bayi mengalami beberapa kerusakan jaringan saraf sejak dalam kandungan.

Ironisnya, kebanyakan dari kita ketika mendapatkan kabar tentang akan hadirnya generasi baru dalam keluarga kita, segera kita melakukan persiapan dengan merenovasi rumah dan menyiapkan kamar untuk menyambut sang jabang bayi. Jika kita tidak cerdas dalam memilih cat yang kita gunakan tentu saja ini justru akan mencelakai anak kesayangan kita sebagai generasi penerus keluarga. Sekali lagi, Anda harus pintar dan jeli memilah cat berbahaya dan cat ramah lingkungan.

Memilih cat yang aman dan ramah lingkungan

Bio Industries mengkategorikan produknya sebagai produk aman dan ramah lingkungan dengan memenuhi tiga kategori utama yaitu berbahan dasar air, zero VOC sesuai regulasi EPA dan bersertifikasi non toxic dari lembaga yang berkompenten.

Berikut cara sederhana yang dapat kita lakukan dalam memilih cat aman dan ramah lingkungan serta bahan finishing yang aman bagi kesehatan dan lingkungan antara lain:

     1.    Ganti cat minyak atau tiner dengan cat air (water based paint)

Gunakan cat air (water based paint) untuk berbagai keperluan baik untuk cat kayu, cat besi maupun cat untuk dinding terutama untuk keperluan interior sebab sumber penelitian mengatakan bahwa rata-rata orang tinggal dalam ruangan selama 20 jam sehari.

Selain cat tembok yang sudah lama dikenal, teknologi water based paint dewasa ini telah berhasil menciptakan cat water based untuk memenuhi berbagai keperluan baik untuk cat kayu (wood coating) cat besi (metal coating) bahkan cat mobil pun sudah banyak digunakan oleh industri mobil dunia seperti honda dan ferari.

      2.    Pilih bahan finishing atau cat dengan label low VOC atau Zero VOCs

Setiap produk terdaftar bisa dipastikan menyertakan komposisi produk (MSDS) dan Technical Data Sheet (TDS) sebagai acuan penggunaan produk. Pilihlah cat berlabel low VOC (kadar VOC rendah) atau zero VOC (tidak mengandung VOC).

      3.   Tanyakan sertifikasi non toxic atau hasil uji lab dari lembaga yang berkompeten

Cat yang sudah bersertifikasi terutama bersertifikasi seperti sertifikat zero VOC, REACH, SNI, dan non-toxic. Cat aman menggunakan formulasi mengikuti standard regulasi European Chemicals Agency (ECHA) Reach SVHC – Uni Eropa tentang standard keamanan bahan kimia tahun 2012. Atau Anda bisa mempelajarinya langsung melalui link berikut ini.

http://echa.europa.eu/chem_data/authorisation_process/candidate_list_table_en.asp

Artikel ini mendapat rating 5 bintang dari total 299 orang responden
%d bloggers like this: